Jumat, 17 April 2026

Inspirasi Bisnis

Berkah Emas Cabor Silat Asian Games 2018,  Usaha Perlengkapan Silat Arik Murwanto Meroket  

Kecintaan Arik Murwanto pada silat ternyata tidak membuat dia mahir silat saja. Tapi juga berhasil menjadi pengusaha perlengkapan silat.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
surya.co.id/sri handi lestari
Arik Murwanto (kanan) pengusaha peralatan silat yang sukses selama 2,5 tahun mengembangkan lewat e-commerce dengan memanfaatkan jasa kurir pengiriman, yang salah satunya dari PT JNE. 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Kecintaan Arik Murwanto pada silat ternyata tidak membuat dia mahir silat saja. Tapi juga berhasil menjadi pengusaha perlengkapan silat.

Tak hanya itu, pria asal Kota Pasuruan ini, bisa menjalani kehidupannya dengan banyak kegiatan.

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) guru matematika di sebuah SMK Negeri, sekaligus pelatih silat, pemilik perguruan silat, pengurus organisasi silat dan pelaku usaha perlengkapan silat dengan omzet lebih dari Rp 100 juta per bulan.

"Saya seperti ini tak lepas dari silat. Termasuk dulu bisa kuliah dan kemudian jadi guru matematika," cerita Arik Murwanto, ketika ditemui di sela ajang Maker Fest yang digelar Tokopedia di Surabaya, akhir bulan September 2018.

Sejak kecil, Arik aktif di silat. Begitu pula saat remaja. Dari prestasi silatnya, Arik mendapatkan kesempatan kuliah. Saat kuliah, silat masih menjadi aktifitasnya hingga lulus.

"Saat lulus kuliah, saya diterima jadi guru PNS juga karena prestasi silat dan sesuai dengan jurusan kuliah saya di Matematika," ungkapnya.

Sambil mengajar, Arik juga mengajar silat. Saat mengajar silat itu, dia melihat potensi anak didiknya yang bisa diadu di pertandingan-pertandingan silat antar daerah hingga nasional.

Tapi saat akan ikut atau berangkat, selalu terkendala biaya. Ketika meminta bantuan ke instansi terkait, juga terbatas dan sulit. Apalagi silat masih dianggap olahraga yang kurang menarik dibandingkan olahraga lainnya.

"Akhirnya saya putuskan cari dana dengan jual perlengkapan silat. Mulai dari seragam. Awalnya masih di lingkungan kelompok. Kemudian ada permintaan di perguruan atau sekolah silat. Saya kembangkan lagi," ungkap bapak dua anak itu.

Dari seragam, naik ke perlengkapan seperti tongkat rotan, body protector (pengaman tubuh), golok, celurit, sangkur, pad, dan lainnya. Hingga seragam saat tampil yang menggunakan kombinasi kain batik dan penutup kepala.

Sementara untuk golok, celurit dan sangkur, saat pertandingan untuk kelas seni, menggunakan barang asli. Namun saat latihan, menggunakan replika dari bahan kayu.

Nah untuk replika golok, sangkur, dan celurit ini, Arik menggandeng pengrajin setempat. Begitu pula seragam dan kebutuhan lainnya, pada awalnya juga di sekitaran Pasuruan.

Namun karena permintaan meningkat, Arik mendapatkan barang-barang itu dengan belanja di beberapa kota. Seperti Surabaya, Tulungagung, Malang, Ngawi, Bandung dan lainnya. Dari jualannya itu, Arik berhasil mendapatkan dana untuk membiayai murid-muridnya bertanding.

"Yang sebelumnya hanya lokal di Pasuruan, kemudian permintaan bertambah. Apalagi ketika saya ikut platform e-commerce sejak dua tahun lalu. Permintaan semakin bertambah," cerita Arik.

Toko kecil di depan rumahnya yang diberi nama Kios Terate menjadi gudang stok. Tidak lagi melayani retail kecil-kecil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved