Citizen Reporter
Sempatkan ke Candi Dermo Peninggalan Kerajaan Majapahit di Sidoarjo
Di Indonesia terdapat banyak sekali situs peninggalan sejarah, salah satunya adalah Candi Dermo di Kabupaten Sidoarjo.
SURYA.co.id | SIDOARJO - Di Indonesia terdapat banyak sekali situs peninggalan sejarah, salah satunya adalah Candi Dermo di Kabupaten Sidoarjo.
Banyak warga Sidoarjo yang belum mengetahui Candi Dermo.
Candi Dermo adalah salah satu peninggalan sejarah dari Kerajaan Majapahit.
Candi bercorak Hindu itu dibangun pada 1353 di bawah kepemimpinan Adipati Terung yang makamnya sekarang berada di utara Masjid Trowulan.
Candi itu terletak di Dusun Candi Santren, Desa Candi Negoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Sebenarnya candi itu adalah sebuah gapura atau pintu gerbang, yaitu gapura ke bangunan suci. Dulu, di sebelah timur candi terdapat bangunan induk yang ukurannya lebih besar.
Namun, seiring berjalannya waktu, bangunan itu sudah pupus dan akhirnya roboh.
Candi Dermo mengalami cukup banyak perbaikan dan saat ini dalam tahap pemugaran.
Banyak bagian candi yang rapuh. Runtuhan puing itu menyebabkan candi mulai tak terbentuk.
Meskipun begitu, masih ada relief di kanan dan kiri yang masih utuh.
Sebagai salah satu tempat wisata bersejarah di Sidoarjo, candi dijaga dan dirawat tiga pengawas, yaitu Chusni, Hadi, dan seorang dari warga Wates, Mojokerto.
Setiap tiga hari sekali mereka membersihkan dan merawat candi, seperti menyapu, menyirami tanaman di sekitar candi, menghiasi taman, dan lain-lain.
Masyarakat yang tinggal di sekitar candi juga banyak yang berinisiatif untuk membantu.
Kebanyakan yang berkunjung ke candi ini adalah para siswa yang ingin melakukan observasi.
Selain itu, juga ada kalangan umum yang ingin berekreasi atau hanya untuk melihat-lihat saja.
Pengunjung tidak ditarik biaya, melainkan hanya mencatat di buku tamu yang nantinya akan disetorkan ke kantor pusat di Trowulan.
Di sekitar candi juga tersedia lahan parkir, warung atau tempat makan, toilet, gazebo, dan musala.
Meskipun objek wisata itu tidak begitu luas, bukan berarti tak memiliki spot yang menarik untuk berfoto.
Pengunjung bisa berfoto di depan arca-arca yang ada di sana, seperti arca manusia bersayap dan arca kala.
Rindi Kartika, warga yang tinggal di sekitar candi berharap Candi Dermo tetap terjaga keutuhannya.
“Masyarakat sekitar juga bisa melestarikan peninggalan sejarah itu dengan cara tetap menjaga kebersihannya,” tutur Rindi pada pertengahan September lalu.
Pengunjung harus tetap menjaga kebersihan lingkungan candi, seperti tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak mencoret-coret atau merusak bangunan candi.
Banyak kerusakan yang terjadi karena ulah tangan jahil pengunjung.
Vebia Afni Riszaini
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Vebia.ar@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/candi-dermo_20181010_160032.jpg)