Rabu, 22 April 2026

Berita Surabaya

Mahasiswa Unair Ajarkan Hidup Sehat di Lingkungan Pesantren di Surabaya

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar program pengabdian masyarakat di lingkungan pesantren.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Pipit Maulidiya
Para santri saat menyusun puzzle ajakan hidup sehat 

SURYA.co.id | SURABAYA - Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar program pengabdian masyarakat di lingkungan pesantren.

Para dosen dan mahasiswa bertugas memberikan edukasi kesehatan kepada para santri, sampai mereka dipercaya untuk mendirikan Pos Kesehatan Pesantren (poskestren).

Santi Lestiarini, Ketua Panitia sekaligus mahasiswa Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (PKIP FKM UNAIR) menceritakan, program ini berlangsung di Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya.

Santi mengungkapkan pendampingan dan pelatihan kesehatan di pondok pesantren sebenarnya sudah dilakukan rutin di pondok pesantren sejak 2011 silam.

"Kita dampingi secara berkelanjutan, jadi tidak hanya sekali datang. Santri yang menerima pendampingan dan pelatihan juga bergantian, tujuannya tidak lain mengajak mereka menjadi pelopor kesehatan di lingkungan pesantren," kata Santi, Rabu (10/10/2018).

Setiap kali ada pendampingan dan pelatihan kesehatan, diharapkan peserta yang ikut mewakili 10 persen dari total keseluruhan jumlah santri yang ada di pesantren tersebut.

"Tim kami, terdiri dari dosen dan mahasiwa yang berupaya merancang pelatihan sesuai dengan hasil analisis kebutuhan santri. Tidak hanya dari akademisi, ada perwakilan dari Puskesmas Tanah Kalikedinding yang juga ikut terlibat," tambahnya.

Santi mengatakan ada berbagai cara mengenalkan cara hidup sehat kepada santri misalnya, membuat lirik tujuh langkah cuci tangan dengan nada qosidah yang akrab di telinga para santri.

Atau menggunakan metode Edutainment (Edukasi dan Entertainment), dengan menciptakan slogan ajakan menjaga kesehatan, yang dibuat oleh para santri.

Setelah mendapatkan pelatihan, para santri siap jadi pelopor kesehatan dan dikenal dengan sebutan santri husada.

"Kita semua berharap remaja di lingkungan pondok pesantren juga bisa tumbuh menjadi remaja sehat, cerdas dan berkualitas. Mereka juga punya hak untuk mendapatkan akses informasi kesehatan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas," tutup Santi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved