Berita Malang Raya
Khofifah Indar Parawansa Batal Hadiri Agenda Silaturahmi di Malang, Ini Sebabnya
Agenda tersebut juga sebagai bagian untuk memaparkan visi-misi gubernur Jatim dan wakil gubernur Jatim terpilih
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | MALANG - Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa batal menghadiri agenda silaturrahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Malang Raya di GPDI Immanuel, Jl Mundu, Kota Malang, Sabtu (6/10/2018).
Selain silaturrahmi, agenda tersebut juga sebagai bagian untuk memaparkan visi-misi gubernur Jatim dan wakil gubernur Jatim terpilih periode 2018-2023.
Hal itu disampaikan penyelenggara acara yang juga ketua umum Majelis Umat Kristen (MUKI) Jawa Timur, Stevanus Hadi Prayitno.
Ia menyebut, sebenarnya gubernur Jatim terpilih akan hadir pada acara tersebut.
Tetapi karena ada halangan, maka Khofifah urung hadir.
"Sampai tadi pagi sebenarnya beliau melalui asisten sudah menyampaikan akan hadir di sini. Sementara untuk pak Emil pada saat yang bersamaan tengah ada agenda di Gresik," terangnya, Sabtu (6/10/2018).
Lebih lanjut, Stevanus menambahkan, Khofifah urung hadir ke Malang karena harus mendampingi ketua Tim Sukses Nasional (Timses) Joko Widodo - Ma'ruf Amin yang tengah berada di Jatim.
"Dari informasi yang kami dapatkan, memang hari ini ketua timses Nasional Jokowi - Ma'ruf, Erick Thohir datang ke Surabaya. Jadi beliau tidak bisa datang ke Malang," imbuhnya.
Meskipun Khofifah Indar Parawansa tak jadi datang, bukan berarti kegiatan silaturrahmi gagal dilaksanakan.
Kebetulan pada saat yang bersamaan hadir pula Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.
Kesempatan itupun digunakan oleh Sofyan untuk membangun komunikasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Malang Raya.
"Ini merupakan upaya ihtiar untuk menyampaikan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat mengenai visi - misi dari gubernur dan wakil gubernur terpilih. Tetapi karena beliau ada agenda lain, maka agenda hari ini menjadi silaturtahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir," terang Sofyan Edi.
Untuk itu, Sofyan menilai agenda silaturrahmi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama di Malang Raya itu merupakan hal yang bagus.
Pasalnya saat ini, Indonesia kembali memasuki tahun politik.
Seperti diketahui, tahun 2019 akan digelar pemilihan legislatif dan presiden secara serentak.
Maka dari perlu adanya sinergi untuk bisa menjaga kondusifitas kota Malang.
"Nantinya juga akan ada pertemuan lanjutan dengan FKUB di Balai Kota Malang pekan depan. Kami akan kembali melakukan koordinasi lanjutan terkait bagaimana menjaga kerukunan umat beragama. Termasuk juga membahas pencegahan berkembangnya isu-isu sara dan hoax," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kota-malang_20181006_144840.jpg)