Minggu, 26 April 2026

Berita Malang Raya

Sutiaji Cetuskan Konsep Wisata Halal di Kota Malang

Pemkot Malang sedang menggagas konsep wisata halal di kota Malang. Seperti apa modelnya?

surya/aflahul abidin
Wali Kota Malang, Sutiaji 

SURYA.co.id | MALANG - Pemkot Malang kembali membuat sebuah terobosan baru untuk pengembangan sektor pariwisata. Kali ini pemkot Malang melalui Wali Kota Malang menyiapkan sebuah konsep baru untuk pariwisata di Kota Malang. Konsep tersebut nantinya akan diberi nama dengan Halal Tourism.

Kota Malang memang tak seperti Kota Batu ataupun Kabupaten Malang. Kota Malang tak memiliki sumber daya alam yang memadai. Untuk itu, kota Malang berupaya untuk mengembangkan konsep pariwisata yang berbeda dari kota Batu dan Kabupaten Malang. Selain wisata heritage yang menjadi andalan, konsep Halal Tourism juga dinilai bisa menjadi alternatif yang bisa dikembangkan di Kota Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji menjelaskan bahwa sebenarnya dua tahun lalu kota Malang sempat mendeklarasikan halal tourism tersebut. Namun, saat itu kota Malang kalah dengan Lombok. Untuk itu, kali ini dirinya ingin kembali mengembangkan konsep tersebut di kota Malang.

"Kami tidak mungkin meniru kota Batu dengan pariwisatanya yang luar biasa. Begitu juga dengan kabupaten Malang yang memiliki sumber daya alam yang bisa dijual. Namun, ketiga wilayah ini saling berkaitan. Sehingga dalam proses promosinya langsung menjadi satu," terangnya Kamis (4/10/2018).

Lebih lanjut, orang nomor satu di kota Malang itu menyebut bahwa konsep wisata halal ini hampir sama dengan wisata pada umumnya. Namun, dalam penerapanya menambahkan beberapa aturan untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan muslim yang berkunjung ke kota Malang.

Salah satu tempat yang nantinya akan diterapkan konsep wisata halal tersebut adalah hotel, pasar dan mall. Ia menambahkan hotel halal yang dimaksud di sini berbeda dengan hotel syar'i.

"Kalau hotel syar'i para pengunjung berpasangan harus bisa menunjukkan surat nikah. Sementara kalau hotel halal ini nantinya di setiap kamar ada petunjuk arah kiblat. Termasuk juga disediakan kitab suci beberapa agama, kamar mandinya juga harus tertutup," tambahnya.

Tak hanya sektor hotel, nantinya konsep halal tourism ini juga akan diterapkan di pasar dan mall. Termasuk juga untuk destinasi wisata yang ada di kota Malang. Sehingga nantinya di area destinasi wisata tersebut hanya akan dijual makanan halal saja. Hal itu, diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisata ke kota Malang.

"Kalau untuk makanan, memang nantinya kami akan mengarahkan ke makanan vegetarian. Kalau vegetarian insyaallah bahan dan prosesnya juga halal," tambahnya.

Sebelum mengeluarkan konsep tersebut, Wali Kota Malang juga sudah mencanangkan untuk pengembangan Kampung Arema dan Museum Alquran. Tentunya hal ini menjadi sebuah terobosan menarik dari pemkot Malang. Apalagi saat ini sektor pariwisata mulai bisa menjadi andalan untuk bisa menjadi tumpuan perekonomian suatu daerah.

"Nantinya slogan yang kami gunakan bukan lagi halalan toyyiban tetapi halalan HAS (halal, aman, dan sehat," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved