Gempa Palu
Kisah Korban Gempa Palu yang Tiba di Juanda Rabu Malam: Mardi Butuh Transport Pulang ke Boyolali
Selain dari Tuban dan Lamongan, ada beberapa keluarga asal Boyolali yang malam ini menginap di Mes Bhaskara.
Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SIDOARJO - Dari 175 korban bencana Palu dan Donggala yang tiba di Bandara Juanda, Rabu (3/10/2018) malam, 20 di antaranya masih menginap di Mes Bhaskara di Jalan Juanda Sidoarjo.
Rencananya, besok pagi mereka diantar ke Bungurasih untuk kembali pulang ke kampung halaman masing-masing. Mereka tidak langsung pulang karena tidak punya uang.
"Sudah bisa sampai di Jawa kami sangat bersyukur. Besok sudah bisa bertemu keluarga," kata Tasmani, ibu korban gempa asal Pucuk, Lamongan saat di Mes Bhaskara.
Di Palu, ibu ini ikut suaminya. Bersama anaknya, mereka tinggal di sebuah rumah kos.
"Pas gempa terjadi, saya di rumah sama anak saya ini. Suami pas jualan siomay," kisahnya sambil merangkul sang anak.
Pihaknya bersyukur, meski rumah kos dan semua barang miliknya hancur, dia dan keluarga selamat. Sampai akhirnya bisa pulang ke Jawa dengan menumpang Pesawat Hercules.
Ungkapan sama disampaikan seorang ibu asal Tuban. Dia juga mengalami nasib sama, dan mengaku sangat bersyukur bisa selamat dari gempa dahsyat itu.
Selain dari Tuban dan Lamongan, ada beberapa keluarga asal Boyolali yang malam ini menginap di Mes Bhaskara.
Mardi, salah satunya. Bersama istri dan anaknya, pria yang sehari-hari berjualan pakaian di Palu itu terlihat lahap menyantap nasi bungkus yang diberikan pihak TNI kepada mereka.
"Di sana masih sering gempa. Tadi siang pas Hercules yang kami tumpangi mau berangkat juga sempat ada gempa lagi," tuturnya.
Karena tinggal di lokasi yang jauh dengan pantai, keluarga ini hanya mengalami gempa, tidak terkena Sunami.
"Tapi sejak gempa besar itu, kami mengungsi di hutan. Siang hari turun untuk masak dan cari makanan, kemudian balik ke hutan lagi agar aman," urai pria yang mengaku tinggal di Palu sejak 2001.
Sampai Rabu (3/10/2018) siang, dia mencoba ke Bandara untuk mencari informasi. Dan begitu tahu ada Hercules hendak terbang ke Jawa Timur, dirinya langsung daftar.
Bersama keluarganya, Mardi akhirnya sampai di Juanda. Tapi karena tak punya uang, mereka pun hanya berharap bantuan untuk bisa melanjutkan perjalanan sampai kampung halaman.
Di Palu, Mardi dan kelaurga tinggal di rumah kontrakan. Saat gempa besar terjadi, semuanya pun habis.