Gempa Palu
Jenazah Ardi Dimakamkan di Palu, Keluarga akan Bawa Pulang, Lubang Makam di Batu Terus Disirami
Mendengar kabar jenazah Ardi Kurniawan, atlet Paralayang Kota Batu tidak bisa dibawa pulang, kerabat dan keluarga akhirnya pasrah.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Parmin
SURYA.co.id | BATU - Mendengar kabar jenazah Ardi Kurniawan, atlet Paralayang Kota Batu tidak bisa dibawa pulang ke tempat asalnya di Kota Batu, kerabat dan keluarga akhirnya pasrah.
Padahal mereka sangat berharap Ardi bisa dipulangkan dan dimakamkan di Kota Batu.
Adik kandung Ardi, Andri Sisnanto mengatakan memang keadaan sangat tidak memungkinkan, mereka mengikhlaskan Ardi dimakamkan di Palu, Sulawesi Tengah.
"Ya sudah dengar tadi pukul 3 sore kalau mas (Ardi) tidak bisa dibawa ke sini. Tapi nanti kalau memungkinkan kami membawa jenazah Mas pulang," kata dia.
Rencana mereka membawa jenazah Ardi pulang sekitar dua sampai tiga bulan. Setelah kondisi membaik.
Nantinya keluarga akan mengadakan pengajian sampai tujuh harinya. Kemungkinan sampai Minggu malam Senin.
"Sedangkan makam itu tetap kami tabur bunga agar ketika jenazah Mas pulang memang di situ tempatnya," ungkapnya.
Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Batu dr Benny Marcel Pandango membenarkan kabar jenazah Ardi tak bisa dibawa pulang.
Ia mengungkapkan banyak kendala untuk memulangkan jenazah Ardi atlet Paralayang yang meninggal dunia karena gempa di Palu. Seperti kendaraan yang tidak memungkinkan untuk membawa jenzah Ardi pulang.
"Karena angkutan udara di sana diutamakan untuk mereka yang membutuhkan pertolongan medis. Kami semua sudah mengikhlaskan jika Ardi dimakamkan di sana," kata Benny.
Sedang Gendon Subandono Pelatih Paralayang yang berada di Palu, ikut dalam pemakaman Ardi. Ia mengatakan Ardi dimakamkan di Makam Keluarga Besar Ali Mahrus Jam'ah Palu di kecamatan Palu Barat.
"Ardi dimakamkan menjelang magrib waktu sini (WITA). Kami juga sudah memberitahu keluarga jika Ardi dimakamkan di sini dan tidak bisa dibawa pulang," kata dia.
Gendon yang mengaku masih di Palu juga menunggu kabar dari dua atlet asal Jatim yang belum diketahui keberadaannya, yaitu Fahmi dan Reza.
"Kami berharap yang terbaik untuk mereka. Saya ke sini untuk membantu dan memantau proses evakuasi teman-teman yang berada di Hotel Roa Roa," imbuhnya saat dihubungi.