Rabu, 6 Mei 2026

Berita Pasuruan

Cakrukan Mahasiswa Pasuruan dan TNI-Polri, Kapolres: Boleh Kritis, tetapi Indonesia Rumah Kita

Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono mengaku bersyukur bisa duduk bersama dan ngopi santai dengan mahasiswa.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Parmin
surya.co.id/galih lintartika
Suasana Cakrukan TNI-Polri dengan BEM Pasuruan di rumah dinas Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono, Senin malam (1/10/2018). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono mengaku bersyukur bisa duduk bersama dan ngopi santai dengan mahasiswa.

Ini momen  langka, karena tepat di hari kesaktian Pancasila, pihaknya bisa bertemu dengan anak - anak muda harapan bangsa.

Kapolres menandaskan hal itu dalam Cangkrukan dan Ngopi Santai Kapolres Pasuruan dan Anggota TNI/ Polri bersama BEM dan Elemen Mahasiswa se-Kabupaten Pasuruan di Rumah Dinas Kapolres, Senin (1/9/2018) malam.

"Ayo kenang dan gelorakan semangat Pancasila. Tegakkan Pancasila di Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandasnya, Senin (1/10/2018).

Pertemuan ini, lanjut pria berpangkat dua melati ini, sebenarnya bertujuan mengajak mahasiswa berperan dalam menjaga keberagaman di Kabupaten Pasuruan menjelang pesta demokrasi besar - besaran tahun depan.

Pihaknya mengaku akan memperbanyak cangkrukan dan duduk bersama dengan semua elemen di Kabupaten Pasuruan.

"Tujuannya untuk mengajak semua elemen mewujudkan Pilpres dan Pileg 2019 di Pasuruan, aman, damai dan sejuk," tambah Raydian.

Mantan Kapolres Lumajang ini menjelaskan, posisi hari ini, Ulama dan umaro (Pemerintah, TNI-Polri) sudah bekerja sama untuk ngemong masyarakat yang beragam di Pasuruan agar tetap aman, damai dan sejuk. Makanya, pihaknya sengaja mengajak mahasiswa untuk ikut di dalamnya.

"Rekan - rekan mahasiswa boleh kritis dalam memberikan masukan. Tapi, Indonesia adalah rumah kita. Kita harus bangga dengan Indonesia.  Jaga Rumah kita Indonesia, jaga rumah kita Kabupaten Pasuruan," tuturnya.

Sedang Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Yudharta, Muhammad Bagus Sulistyawan menandaskan mahasiswa tidak boleh menjual idealisme demi kepentingan politik.

Bagus, sapaan akrabnya mengatakan, Idealisme merupakan sebuah kemewahan terakhir yang dimiliki mahasiswa. Jangan sampai kemewahan berupa idealisme mahasiswa dijual untuk kepentingan politik di Pilpres dan Pileg 2019.

"Mari jaga idealisme ini. BEM bukan untuk dijual dan dijadikan sebagai alat politik. Jaga marwah BEM ini. Hidup mahasiswa," seru Agus.

Dia menjelaskan, di tahun politikini, BEM harus ikut andil menjaga keamanan dan  mensukseskan Pilpres dan Pileg 2019 dan tidak terlibat di dalamnya.

"Kami berpesan kepada para mahasiswa jangan sampai mahasiswa menjual idealismenya untuk kelompok tertentu dalam Pemilu 2019," tambah dia.

Indonesia adalah negara yang majemuk, katanya, dari sabang smpai marauke, terdiri dari berbagai suku dan agama. Pancasila saat ini tidak diamalkan. Tidak heran banyaknya pertengkaran berbagai kelompok, suku dan agama serta terjadi disintegrasi negara. Siapa yang harus menjaga hal tersebut, adalah mahasiwa sebagai agent of change.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved