Berita Malang Raya
PTS Disebut Enggan Terima Mahasiswa Bidik Misi, Beasiswanya Rendah daripada Mahasiswa Reguler
Keengganan PTS ini, lanjut Suprato, karena biaya yang diberikan negara lewat Bidik Misi lebih rendah dari mahasiswa reguler.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Parmin
SURYA.co.id | MALANG - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) wilayah 7 Jawa Timur Prof Dr Ir Suprapto DEA mengimbau perguruan tinggi swasta (PTS) mau menerima beasiswa Bidik Misi. Menurut dia hal ini merupakan amanah negara yang harus disampaikan.
Keengganan PTS ini, lanjut Suprato, karena biaya yang diberikan negara lewat Bidik Misi lebih rendah dari mahasiswa reguler.
"Di semua perguruan tinggi selalu ada mahasiswa yang tidak mampu, sehingga Bidik Misi harus diberikan," jelas Suprapto, Minggu (30/9/2018)
Diakui memang ada beberapa PTS besar yang mengurangi jumlah penerima Bidik Misi.
"Maka mereka (PTS) harus menghitung ulang biayanya karena menerima mahasiswa Bidik Misi dan mahasiswa berbiaya reguler karena ini amanat negara," tambahnya.
Hal ini (mahasiswa bidik misi), kata kata Suprapto, juga dilakukan di kampus perguruan tinggi negeri (PTN).
Jumlahnya bisa di atas 1000 an. Kata Suprapto, turunnya beasiswa Bidik Misi memang tidak langsung banyak. Tahap pertama lalu sudah turun. Kemudian ada tahap kedua. Ada juga yang dibawa legislator DPR RI lewat dapil dengan nama Bidik Misi Aspirasi.
"Biasanya perguruan tinggi mendapat Bidik Misi lagi minimal sama jumlahnya dengan tahun lalu," kata dia.
Sedang jumlah Bidik Misi secara umum/nasional selalu meningkat setiap tahunnya karena jumlah penduduk selalu meningkat.
Secara terpisah, Kabiro Kemahasiawaan Universitas Merdeka Malang Thomas Djakasetia menyatakan jumlah penerima beasiswa Bidik Misi memang tidak banyak.
Unmer tetap mau menerima beasiswa itu. "2016 mendapat 16," jelasnya. Tahun lalu sekitar 10 an. Katanya ada juga beasiswa Bidik Misi dari rekom anggota DPR RI.
"Pernah dapat. Jadi ya sudah ada nama mahasiswanya. Sehingga tidak berani kami edit atau ganti," papar Thomas. Namun Bidik Misi yang biasa ya akan dicarikan mahasiswanya.
Dikatakan dia, selisih biaya perkuliahan buat Bidik Misi dan reguler lumayan. Sementara di satu sisi, PTS mengandalkan dari SPP mahasiswa.
Katanya ia pernah menyaksikan sendiri saat ada kegiatan di Surabaya ada PTS yang mengembalikan Bidik Misi karena selisih biayanya. Kata dia, menerima beasiswa Bidik Misi sebagai bentuk kepatuhan pada negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-unair-orang-tua-bidik-misi-kumpul-di-aula-unai_20160719_183158.jpg)