Berita Malang Raya

Hari Pertama Kerja Sebagai Wali Kota Malang, ini yang Dilakukan Sutiaji

Setelah resmi menjadi wali kota dan wakil wali kota Malang, Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko tak bisa bersantai. Ini yang mereka kerjakan

Hari Pertama Kerja Sebagai Wali Kota Malang, ini yang Dilakukan Sutiaji
surabaya.tribunnews.com/hayu yudha prabowo
Wali Kota Malang, Sutiaji (kedua dari kanan) saat mengikuti rapat paripurna dengan agenda penyampaian penjelasan wali kota dan wakil wali kota Malang atas ranperda APBD-P 2018 di Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (25/9/2018). 

SURYA.co.id | MALANG  - Setelah resmi menjadi wali kota dan wakil wali kota Malang, Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko tak bisa bersantai. Keduanya langsung bekerja keras pada hari pertama kerja sebagai wali kota dan wakil wali kota. Bahkan pada hari pertama kerja, Sutiaji -Sofyan Edi Jarwoko langsung rapat paripurna dengan agenda penyampaian penjelasan wali kota dan wakil wali kota Malang atas ranperda APBD-P 2018.

Dalam rapat paripurna tersebut, Sutiaji menjelaskan bahwa postur belanja APBD 2018 mencapai angka ideal.

Di tahun 2018, postur belanja APBD 2018 sudah mencapai angka 60,38 persen belanja langsung. Sementara belanja tak langsung mencapai 39,62 persen. Nilai tersebut dinilai sudah ideal. Angka tersebut didapat setelah proses APBD-P 2018.

Sutiaji menilai bahwa ini merupakan pertama kali postur belanja langsung kota Malang mencapai angka ideal. Hal ini juga merupakan pertama kali bagi pemkot Malang. Kenaikan postur belanja anggaran tersebut juga tak lepas dari meningkatnya pendapatan daerah dari berbagai sektor.

"Saya berharap kondisi ini bisa terus bertahan dan bahkan harus ditingkatkan," terangnya Selasa (25/9/2018).

Lebih lanjut, untuk Ranperda APBD-P 2018, Sutiaji mengakui akan memfokuskan kepada beberapa program-program yang menjadi komitmenya bersama wakil wali kota baru. Terutama untuk mensukseskan program Tri Prasetya yaitu pembenahan sektor infrastruktur, perbaikan sektor ekonomi dan perbaikan sektor kesejahteraan warga masyarakat Kota Malang.

"Tetapi tetap tidak mengurangi postur belanja dari APBD kota Malang yang sudah mencapai 60 persen," imbuhnya.

Sementara itu, Sutiaji menambahkan bahwa capaian saat ini postur belanja anggaran belanja pada APBD-P 2018 menjadi acuan untuk perencanaan APBD 2019.

Meskipun untuk tahun 2019, capaian postur belanja anggaran diperkirakan hanya mencapai kisaran 50 sekian persen saja. Hal itu lantaran, pemkot harus mengalokasikan dana untuk belanja langsung pada KPU sebagai persiapan Pileg maupun Pilpres. Belum lagi asumsi kenaikan gaji yang juga dibebankan pada APBD 2019.

"Karena untuk tahun 2018 tidak bisa menambah anggaran untuk kenaikan gaji. Maka alokasinya akan masuk ditahun 2019 sebagai tunjangan kinerja," tukasnya.

Di sisi lain, ia menyebut bahwa merupakan hal yang wajar ketika APBD induk terlihat tidak ideal. Pasalnya ada dana tambahan yang belum masuk perhitungan seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), dana bagi hasil dan dana insentif daerah belum masuk.

"Nantinya dana-dana tersebut akan masuk ke dalam belanja langsung," pungkasnya.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved