Kilas Balik
Pasukan Kompi C YonGab Hadapi Perusuh di Ambon, Anggota Kopassus Tewas dengan Tembakan di Kepala
Kapten Psk Yudi Bustami, pemimpin Kompi C YonGab nekat mengevakuasi anggotanya yang terkena tembakan di kepala. Simak kisahnya!
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id - Kapten Pasukan (Psk) Yudi Bustami, pemimpin Kompi C YonGab nekat mengevakuasi anggotanya yang terkena tembakan di kepala, meski Yudi harus menjadi 'Tameng Hidup' dari tembakan musuh
Peristiwa haru ini berawal dari konflik di Ambon tahun 1999
Dikutip dari buku 'Biografi Marsma (Purn) Nanok Soeratno, Kisah Sejati Prajurit Paskhas' yang ditulis Beny Adrian dan diterbitkan PT Gramedia
Konflik Ambon menjadi catatan kelam bagi Indonesia.
Konflik SARA ini meletus dan mengakibatkan korban jiwa.
Baca: Bersama Sang Kekasih, Gadis 19 Tahun Ini Berhasil Wujudkan Keinginan Terakhirnya Sebelum Meninggal
Baca: Bella Shofie Akhirnya Bongkar Sosok Suami - dari Kebiasaan saat Tidur hingga Hoby
Baca: Rizky Febian Unggah Curhatan Soal Keluarga Baru yang Selalu Mendukungnya & Peduli Sesama, Siapa?
Baca: Intip Hunian 4 Diva Indonesia yang Harga Tiket Konsernya Selangit, Mana yang Paling Mewah?
Situasi semakin buruk, saat gudang senjata Brimob dijarah dan sejumlah oknum anggota TNI maupun Polri yang desertir bergabung dalam kerusuhan berdarah itu.
Mabes TNI kemudian mengirimkan batalyon elite yang terdiri dari Sat Bravo 81 Kopassus, Denjaka Marinir dan Bravo Paskhas.
Mereka ditugaskan selalu bergerak untuk menghentikan baku tembak di titik-titik konflik sekaligus mencegahnya agar tak meluas.
Kompi C YonGab bergerak ke Saparua.
Di sebuah desa, pasukan ini terlibat baku tembak yang sengit dengan kelompok perusuh.
Kapten Psk Yudi Bustami yang memimpin kompi itu mengingat, dari gaya menembak dan perlawanan mereka diketahui bahwa kelompok perusuh merupakan orang-orang yang terlatih.
Tiba-tiba ada teriakan meminta pertolongan medis. Seorang prajurit terkena tembakan di kepala.
Korban tertembak adalah Serda Asrofi, Komandan Regu dari Kopassus.
Asrofi awalnya berlindung di balik tembok.
Dia tertembak sedetik setelah melongokan kepalanya untuk melihat situasi.
Rupanya, penembak jitu sudah mengincar posisi pasukan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/paskhas-tni-au_20180921_183602.jpg)