Breaking News:

Citizen Reporter

Makaroni Ini Membuat Siswa Senang

Seluruh siswa diminta menuliskan pendapatnya secara rinci. Mereka menggambarkan jajan yang mereka makan dengan detail.

Editor: Endah Imawati
Makaroni Ini Membuat Siswa Senang
pixabay.com

SMP Terpadu (S-Ter) menjadi sekolah yang menerapkan pembelajaran Joyfull Learning. Sekolah yang berlokasi di Jalan Ir Juanda Ponorogo itu melaksanakan program lima hari sekolah.

Menjadi tantangan yang luar biasa bagi para pendidik di sekolah itu karena mulai pukul 07.00–14.30 siswa berada di sekolah. Banyak yang beranggapan siswa akan merasa jenuh dan bosan.

Menepis anggapan itu, para guru mendesain pembelajaran dengan menarik. Siswa diberi kebebasan memosisikan dirinya senyaman-nyamannya saat kegiatan pembelajaran. Suasana damai, penuh kekeluargaan terjalin hangat. Itu menjadi pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa PPL 2 STKIP PGRI Ponorogo yang berpraktik mengajar di S-Ter.

“Pagi ini saya memiliki jadwal mengajar di kelas 7 Alpha,” ungkap Nurul, salah satu mahasiswa PPL 2. Ia harus mengemas pembelajaran yang menarik bagi siswa sebab hampir seluruh siswa aktif dan memiliki karakter belajar kinestetik.

Putri, Wali Kelas 7 Alpha menuturkan, guru yang mengajar di kelas itu diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan siswa.

“Tentunya guru juga harus memanfaatkan penggunaan media yang menarik perhatian siswa. Itu menjadi kunci sukses mengajar,” tuturnya, Senin (20/8/2018).

Membuat teks deskripsi dengan pola pengembangan subjektif adalah materi yang harus Nurul ajarkan. Cukup dengan membawa beberapa bungkus jajan makaroni dan roll paper yang dia gunakan sebagai media.

Diawali dengan penyampaian apersepsi, Nurul berusaha membangun komunikasi yang baik dengan siswa. Para siswa sempat merasa penasaran dengan media yang dibawa Nurul. Media yang dibawanya tidak hanya dapat diamati dan dipegang namun juga bisa dinikmati.

“Saya senang dengan media yang dibawa, sebab dapat membantu saya dalam memahami materi pagi ini,” ungkap Ely salah satu siswa kelas 7 Alpha.

Kegiatan inti dimulai dengan membagikan jajan makaroni, kemudian dengan menyimak intruksi dari guru siswa diminta untuk memakannya. Siswa begitu antusias.

Pada bagian penugasan, seluruh siswa diminta menuliskan pendapatnya secara rinci, menggambarkan jajan yang mereka makan dengan detail pada roll paper yang telah dibagi.

Di akhir pembelajaran, beberapa siswa diminta untuk membaca hasil kerjanya.. Hasilnya sangat luar biasa. Tanpa guru ceramah menjelaskan cara membuat teks deskripsi mereka sudah mampu memahami sekaligus membuat dengan bantuan media yang digunakan guru.

Kesan Bahasa Indonesia sebagai pelajaran yang membosankan telah terpatahkan. Tentunya itu berkat kreativitas dan media yang digunakan guru.

Renita Ayu Kumalasari
Mahasiswa PPL 2 STKIP PGRI Ponorogo
nitarenita057@gmail.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved