Citizen Reporter

Orem-orem Tempe Malang Juara 1 Communication Festival 2018

Tempe dengan kuah santan membawa tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang menjadi juara satu dalam Communication Festival 2018.

Orem-orem Tempe Malang Juara 1 Communication Festival 2018
ist

Mengingat Malang berarti pula mengingat kuliner khasnya, salah satunya adalah bakso. Jika bakso Malang sudah dikenal seantero nusantara, maka siapa pun yang datang ke Malang tidak boleh melewatkan penganan yang juga tidak kalah legendaries dengan bakso, yakni orem-orem.

Olahan kuliner dengan ciri khas tempe dengan kuah santan itu membawa tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi juara satu pada ajang Communication Festival 2018. Communication Festival 2018 diadakan di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI).

“Awalnya Arul yang tahu ada info lomba itu, terus kami memutuskan untuk ikut saja karena sepertinya seru karena kami diminta membuat video singkat tentang kuliner,” terang Rahmania Santoso, salah satu anggota tim.

Anggota tim terdiri atas Rahmania Santoso, Arif Priyono, dan Arul Ivansyah. Mereka tergabung dalam Sawang Sinawang Films. Ketiganya adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mengambil konsentrasi Audio Visual.

Festival yang dihelat Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAI itu dilaksanakan Jumat (3/8/2018) dan Minggu (5/8/2018). Itu merupakan malam penganugerahan sekaligus pengumuman pemenang lomba. Festival dibagi dalam tiga kategori lomba, yaitu Broadway (Broadcasting Way), GoPro (Go PR Professional), dan Advertime (Advertising Time).

Mereka menjadi salah satu kelompok yang terpilih untuk mempresentasikan produk lomba kategori Broadway (Broadcasting Way) yang berfokus pada citizen journalism yang mengangkat kuliner nusantara. Rahmania mengakui, presentasi untuk lomba itu tidak dipersiapkan dengan apik.

"Kami baru tahu kalau kami lolos itu pukul 01.00. Kami baru sampai Jakarta subuh, sedangkan presentasi pukul 08.00," terang mahasiswa yang baru saja menyelesaikan tugas akhirnya itu.

Dipilihnya orem-orem sebagai kuliner yang dipresentasikan Sawang-Sinawang Films diawali dengan riset tentang kuliner khas Malang. Menurut Arul, orem-orem dipilih karena belum banyak orang yang tahu dan mengenal makanan khas Malang itu.

"Anggota tim saja awalnya belum tahu dengan pasti tentang makanan itu," jelas Arul.

Festival itu rutin diadakan dengan mengusung tema dari isu-isu yang tengah hangat diperbincangkan. Tahun ini, dengan mengusung tema Wujudkan Potensi Nusantara acara diarahkan pada upaya memperkenalkan budaya Indonesia melalui beberapa hal.

Rochmatika Nur Anisa
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
rochmatikanuranisa@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved