Berita Surabaya
Perangi Media Abal-abal, Dewan Pers Berencana Membentuk Satgas Media
Menurut Yoseph Stanley, salah satu kerja Satgas Media adalah melakukan verifikasi terhadap perusahaan-perusahaan pers.
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Parmin
Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Eben Haezer berpendapat, munculnya media-media baru yang dikelola secara indie oleh para jurnalis profesional merupakan hal yang lumrah terjadi seiring dengan pertumbuhan teknologi informasi.
Tak cuma oleh pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi, kemunculan-kemunculan media baru ini, harus diakui juga, didorong oleh ketidakpuasan para jurnalis tersebut terhadap independensi di perusahaan media tempat mereka berkarya.
Eben menambahkan, di AJI sendiri pada 2017 telah muncul sebuah komunitas beranggotakan jurnalis-jurnalis profesional yang mengembangkan media alternatif masing-masing sebagai respons terhadap pragmatisme perusahaan media.
Dewan Pers, lanjutnya, tak bisa menutup mata terhadap keberadaan komunitas-komunitas tersebut.
"Perlu sekali untuk media-media tersebut agar mendapat perlindungan hukum. Kalau produk mereka tidak diakui sebagai produk jurnalistik hanya karena medianya bukan perusahaan pers, maka mereka bisa saja terkena pasal di UU ITE yang memuat sanksi pidana," kata Eben.
"Jadi persoalannya bukan lagi cuma tentang status badan hukum media, tetapi juga perlu diperjuangkan agar peraturan-peraturan yang ada, yang terkait dengan media, bisa sesuai dengan konteks masyarakat di saat ini. Karena bisa saja sebuah perusahaan pers punya badan hukum, tetapi dalam menjalankan fungsi pers, mereka justru melanggar etik," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ketua-dewan-pers-stanley-yoseph-adi-prasetyo_20180824_220459.jpg)