Rabu, 8 April 2026

Berita Surabaya

Seperti Ini Kondisi 3 Korban Miras Oplosan Maut Gresik yang Dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya

Kondisi terbaru tiga pasien korban miras oplosan maut Gresik yang dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya

surya/mohammad romadoni
Pasien korban miras oplosan dirawat di Ruangan Pandan I RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (20/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pesta minuman keras (miras) oplosan maut di Gresik hingga merenggut tiga korban jiwa.

Puluhan korban miras oplosan semakin bertambah, terakhir dari 28 pasien korban miras saat ini pihak rumah sakit telah menerima sebanyak 32 pasien.

Mereka masih dirawat intesif di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya, Senin (20/8/2018).

Wakil Direktur Penunjang Medik RSUD dr Soetomo, dr. Hendrian menjelaskan dari jumlah total 33 pasien miras oplosan satu pasien meninggal.

"Kondisi 29 pasien telah stabil namun 3 pasien masih dalam perawatan intensif. Tiga pasien itu yakni dua pasien di Ruang Perawatan Intensif (RPI) dan satu pasien Intensive Care Unit (ICU )," ujarnya di RSUD dr Soetomo, Senin (20/8/2018).

Menurut dia, tiga pasien membutuhkan perhatian khusus perawatan intensif lantaran kondisinya belum stabil bahkan lebih parah daripada pasien lainnya.

Pasien korban miras oplosan dirawat di Ruangan Pandan I RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (20/8/2018).
Pasien korban miras oplosan dirawat di Ruangan Pandan I RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (20/8/2018). (surya/mohammad romadoni)

Karena keterbatasan tempat masing-masing pasien miras oplosan harus dirawat di ruang yang berbeda-beda di antaranya ruangan Pandan 1 tujuh pasien, Pandan II delapan orang, Kemunging 1 ada enam pasien, ruang Rosela 1 delapan orang.

Sedangkan tiga pasien kondisinya belum stabil yaiu dua di ruang Perawatan Intensif (RPI) dan satu pasien Intensive Care Unit (ICU).

"Pasien dalam kondisi tidak stabil masih dilakukan tindakan medis yakni mencuci darah untuk menghilangkan racun (miras) di dalam tubuh," ungkapnya.

Pasien korban miras oplosan dirawat di Ruangan Pandan I RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (20/8/2018).
Pasien korban miras oplosan dirawat di Ruangan Pandan I RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (20/8/2018). (surya/mohammad romadoni)

Dia mengatakan rata-rata pasien korban miras oplosan yang dirawat berusia 18 tahun hingga 25 tahun.

Mereka diduga mengalami keracunan cairan Methanol terkandung di dalam miras oplosan yang dikonsumsinya.

Gejala ringan maupun berat korban miras oplosan ini cenderung mengalami sakit perut mual dan muntah hingga paling parah adalah penurunan fungsi pengelihatan.

Pasien korban miras oplosan dirawat di Ruangan Pandan I RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (20/8/2018).
Pasien korban miras oplosan dirawat di Ruangan Pandan I RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (20/8/2018). (surya/mohammad romadoni)

Kebanyakan mereka tidak sadar racun miras oplosan telah masuk ke sel pembuluh darah hingga terbawa ke organ vital seperti ginjal jaringan otak yang berdampak pada penurunan fungsi organ vital.

"Dampak miras oplosan ini yang diserang melalui aliran darah, ginjal, otak dan penurunan fungsi alat vital hingga berdampak pada kematian," ucap Hendrian.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved