Sosok
Officium Nobille, Potret Cinta Zilda Khilmatus Shokhikhah terhadap Dunia Advokasi
advokasi bukan sekedar memberikan bantuan ke seseorang yang terlibat perkara hukum, tapi juga memberikan hak klien sebagai mana mestinya.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | BANGKALAN - Bakat alamiah sebagai pembawa acara atau MC tak lenyap seketika saat Zilda Khilmatus Shokhikhah mulai masuk di Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Dara keliharan Gresik berusia 20 tahun itu sejak usia SD hingga SMA sudah 'kenyang' sebagai MC. Bahkan ia berencana mendalami ilmu komunikasi.
Namun akhirnya, Zilda menjatuhkan pilihan di FH. Seperti yang disarankan orangtuanya. Ia pun lantas mendalami Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara.
"Di semester pertama (FH) juga nyambung dan suka dengan mata kuliahnya. Jadi tidak merasa salah ambil jurusan," ungkapnya.
Zilda kini menginjak semester V. Ia mulai sering mengikuti pelatihan bantuan hukum. Bahkan, pehobi masak ini sudah dua kali juara debat hukum dan ilmiah tingkat universitas.
"Terakhir ikut seleksi lomba debat Mahkamah Konstitusi 2017. Alhamdulillah masuk 8 besar nasional," papar Alumnus SMAN 1 Kebomas Gresik itu.
Dalam hematnya, advokasi bukan semata-mata memberikan bantuan kepada seseorang yang terlibat perkara hukum, melainkan juga memberikan hak klien sebagai mana mestinya.
"Itulah kenapa advokat disebut officium nobille yang artinya profesi yang luhur. Bukan berarti yang salah harus dibenarkan," pungkas anak pertama dari tiga bersaudara itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sosok-zilda-khilmatus-shokhikhah_20180817_180649.jpg)