Berita Blitar
Kota Blitar Belum Punya Shelter, Gelandangan dan Pengemis Ditampung di Aula Dinsos
Selama ini, gelandangan dan pengemis yang terjaring razia ditampung di aula kantor Dinsos, sebelum dikirim ke tempat rehabilitasi di Sidoarjo.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | BLITAR - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar masih kebingungan menampung gelandangan dan pengemis hasil razia.
Selama ini, gelandangan dan pengemis yang terjaring razia ditampung di aula kantor Dinsos, sebelum dikirim ke tempat rehabilitasi di Sidoarjo.
"Padahal sesuai Pergub, tiap kota/kabupaten harus punya shelter. Sampai sekarang kami belum punya, hanya ada rumah singgah, itupun kondisinya tidak layak," kata Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Blitar, Muheni, Selasa (31/7/2018).
Karena belum punya shelter, kata Muheni, Dinsos terpaksa menampung gelandangan dan pengemis yang terjaring razia di aula Dinsos.
Para gelandangan dan pengemis yang terjaring razia itu ditampung sementara di aula Dinsos sebelum dikirim ke tempat rehabilitasi di Sidoarjo.
Aula Dinsos juga tidak memenuhi syarat untuk menampung gelandangan dan pengemis.
Tidak ada fasilitas khusus untuk menampung gelandangan dan pengemis di aula.
"Makanya, selama ini kami bingung mencari tempat untuk menampung gelandangan dan pengemis yang terjaring razia," ujarnya.
Untuk itu, Dinsos mengusulkan pembuatan shelter tahun ini.
Dinsos mengusulkan bekas bangunan kantor Panwaslu Kota Blitar di Jl Bakung bisa digunakan untuk shelter.
Selama ini, aset milik Pemkot Blitar itu dibiarkan menganggur.
Pemkot tinggal merenovasi sedikit untuk menjadikan gedung itu sebagai shelter.
"Renovasinya tidak terlalu banyak, hanya perbaikkan pagar depan dan pengecatan ulang. Kalau fasilitasnya hanya kasur dan bantal untuk tidur," katanya.
Menurutnya, gedung bekas kantor Panwaslu itu lumayan luas.
Cukup untuk menampung 10 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dinsos-blitar_20180731_164350.jpg)