Sabtu, 11 April 2026

Berita Probolinggo

Pemkab Probolinggo Launching Program Pendidikan Berkelanjutan untuk Perempuan. Ini Tujuannya

Warga belajar Desa Vokasi dan PKH-Perempuan serta Pameran Produk hasil ketrampilan dari Desa Vokasi dan PKH-Perempuan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: irwan sy
surya/galih lintartika
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) secara resmi melaunching program pendidikan berkelanjutan, berupa Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M), Desa Vokasi dan Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P) di Balai Desa Randujalak Kecamatan Besuk, Jumat (27/7/2018). 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Probolinggo meresmikan program pendidikan berkelanjutan berupa Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M), Desa Vokasi dan Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P) di Balai Desa Randujalak Kecamatan Besuk, Jumat (27/7/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 200 orang peserta terdiri dari program Desa Vokasi bidang ketrampilan olahan makanan satru dan sagon sebanyak 100 orang perempuan dan PKH-P untuk lima lembaga sebanyak 100 orang.

Program pendidikan berkelanjutan yang dirilis Kepala Dindik Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina, ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo Hasin, Camat Besuk Teguh Prihantoro, Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo dan Kepala Desa Randujalak Anis Nurhainis.

Ketua panitia, Herry Eko Purnomo, mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kecakapan personal, akademik, sosial dan vokasional perempuan mandiri untuk mengurangi potensi risiko sosial kelompok perempuan.

“Selain itu, meningkatkan potensi sumber daya alam (SDA) melalui berbagai kegiatan ketrampilan serta memotivasi pemerintah daerah dalam kegiatan pemberdayaan perempuan melalui penyusunan rencana aksi daerah,” ujarnya.

Menurut Eko, pendidikan berkelanjutan merupakan langkah yang tepat dalam upaya peningkatan SDM. Pendidikan berkelanjutan memiliki bidang garapan yang sangat luas, karena itu diperlukan harmonisasi program-program di bidang pendidikan berkelanjutan.

“Dimensi pendidikan berkelanjutan mewadahi program-program antara lain pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan, pendidikan pemberdayaan perempuan dan berbagai pendidikan vokasi,” jelasnya.

Camat Besuk Teguh Prihantoro menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Probolinggo dalam hal ini Dinas Pendidikan karena Kecamatan Besuk, khususnya Desa Randujalak mendapatkan program Desa Vokasi.

“Kepada masyarakat saya meminta ayo manfaatkan program Desa Vokasi untuk membangun Desa Randujalak lebih baik,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dindik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan pendidikan berkelanjutan merupakan kesempatan belajar bagi orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan tanpa adanya batasan usia dan ruang dengan kata lain sepanjang hayat.

“Tujuan pendidikan berkelanjutan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar," ungkapnya.

Dewi menjelaskan kegiatan GP3-Mandiri berupa sarasehan bagi dari warga belajar Desa Vokasi dan PKH-Perempuan serta Pameran Produk hasil ketrampilan dari Desa Vokasi dan PKH-Perempuan.

Selanjutnya, Desa Vokasi merupakan kawasan desa/kelurahan yang mengembangkan layanan pendidikan keterampilan (vokasi) dan kelompok-kelompok usaha untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang mampu menciptakan produk/jasa atau karya lain yang bernilai ekonomi tinggi, bersifat unik.

Harapannya, mampu menggali dan mengembangkan potensi desa yang memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif berbasis kearifan lokal.

“Program Desa Vokasi dilakukan karena sebagian masyarakat miskin Indonesia tinggal di perdesaan dan bekerja pada sektor informal. Desa berpotensi terdapat banyak masyarakat yang rendah pendidikan utamannya perempuan. Desa penyumbang tenaga kerja Indonesia, sebagian besar tenaga kerja wanita. Desa memiliki banyak potensi dan kearifan lokal yang dapat dimaksimalkan," terangnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved