Berita Surabaya
Menengok Rumah Singgah Surabaya Untuk Pasien RSUD Dr Soetomo
Yayasan Rumah Peduli Indonesia membuka rumah singgah peduli Surabaya untuk pasien RSUD Dr Soetomo. Yuk intip di dalamnya
Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Yayasan Rumah Peduli Indonesia membuka rumah singgah peduli Surabaya di Jalan Kedung Tarukan 76 Kelurahan Pacarkembang, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya.
Rumah singgah tersebut dibuka untuk pasien rawat jalan maupun inap RSUD Dr. Soetomo.
"RSUD Dr. Soetomo kan menjadi rumah sakit rujukan pasien wilayah timur. Saking banyaknya pasien yang dirujuk, mereka sampai berhari-hari kadang juga bulanan menunggu kamar inap kosong," ujar Sri Mulyani, koordinator Rumah Singgah.
Sri mengatakan, selain untuk pasien yang tidak kebagian kamar inap, rumah singgah yang dikelola oleh 40 relawan muda dari berbagai daerah di Jawa Timur ini juga dibuka untuk pasien yang tidak mampu.
'Kkami tak sembarangan memilih pasien yang hendak menginap ke rumah singgah. Kami memiliki syarat-syarat tertentu, yakni wajib menyertakan bukti BPJS dan Surat Keterangan Tidak Mampu saat mendaftar," katanya, Jumat (27/7).
Pasien yang ingin menginap di Rumah Singgah Peduli Surabaya tak dikenakan biaya sepeser pun. Namun, untuk pendamping pasien dikenakan Rp. 5.000 per hari.
"Uang 5.000 itu akan dimasukkan kedalam khas. Nantinya uang khas digunakan untuk membayar keperluan sehari-hari seperti listrik, air, keamanan, kebersihan, dan membeli sembako. Semua itu untuk keperluan mereka juga dari pasien untuk pasien," sebut Sri.
Rumah Singgah Surabaya akan memberikan berbagai fasilitas untuk para pasien.
Salah satunya adalah buku bacaan dan mainan untuk pasien anak-anak.
Rumah singgah memiliki 5 kamar, setiap kamarnya diisi oleh 2 orang pasien dengan 2 kasur pula.
"Kasur kami masih belum berdipan. Di ruang tamu kami juga memberi fasilitas televisi dan dapur untuk memasak," sebutnya.
Hamida Noorhayaty, penasehat Rumah Singgah Surabaya menambahkan, sebelum mendaftar untuk menginap pasien wajib mengisi sebuah form.
Form tersebut untuk mengetahui diagnosa penyakit, mengetahui jadwal kontrol, dan hasil pemeriksaan pasien.
"Rata-rata relawan di sini perawat supaya bisa mengurus pasien di sini serta paham obat-obatan. Selain itu relawan kami ada yang berprofesi sebagai dokter dan lulusan Hukum," ucap Ida.
Pasien yang menginap di Rumah Singgah tak hanya berasal dari Jawa Timur, melainkan juga ada yang dari Kalimantan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rumah-singgah-surabaya_20180727_213347.jpg)