Berita Sidoarjo
19 Tahun Lagi Semua Wilayah di Sidoarjo Teraliri PDAM
Sampai kini masih banyak daerah di Sidoarjo yang belum teraliri air PDAM. Diprediksi, 19 tahun lagi semua wilayah teraliri.
Penulis: M Taufik | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SIDOARJO - Kebutuhan air PDAM jauh lebih besar ketimbang ketersediaannya. Tak ayal, begitu banyak wilayah di Kota Delta yang hingga kini belum bisa teraliri air dari perusahaan milik Pemkab Sidoarjo tersebut.
Sekarang ini saja, kebutuhan air mencapai 6.000 liter per detik. Sementara yang bisa dipenuhi oleh PDAM Delta Tirta hanya sekitar 1.500 liter per detik.
"Dengan volume itu, sekarang ini pelanggan PDAM di Sidoarjo sebanyak 135.582 pelanggan atau sekitar 36 persen dari total kebutuhan di Sidoarjo," ungkap Pjs Direktur Utama PDAM Delta Tirta Abdul Basit Lao, Senin (23/7/2018).
Seiring pertumbuhan penduduk, tentu kebutuhan air juga terus meningkat. Jika yang sekarang saja belum tercukupi, bagaimana dengan kebutuhan air yang terus bertambah di tahun-tahun berikutnya.
"Untuk meningkatkan produksi, kami sudah mengoperasikan long storage di Kalimati, Prambon. Kemudian di tahun 2020 IPA (instalasi pengolahan air) di sana," ungkap Basit.
Dari sana, diperkirakan produksi air PDAM bisa menambah 1.000 liter per detik.
"Tahun 2019 mendatang kami juga bakal mendapat aliran dari Umbulan sekitar 1.200 liter per detik," sambung dia.
Dengan beberapa sumber baru dan optimalisasi yang dilakukan, pada tahun 2.022 debit air PDAM mencapai 2.770 liter per detik dan bisa mengaliri 228.692 pelanggan atau sekitar 56 persen kebutuhan Sidoarjo.
Kemudian di tahun 2.026 debit air bisa meningkat jadi 3.770 liter per detik dan mampu mengaliri 314.962 pelanggan atau sekitar 67 persen kebutuhan Sidoarjo.
"Kami perkirakan, baru pada tahun 2.037 mendatang PDAM bisa mengaliri semua wilayah di Sidoarjo dan mencukupi semua kebutuhan yang ada," ungkap Basit.
Sekarang ini, yang sedang dilakukan PDAM, selain melakukan optimalisasi long storage Kalimati, juga sejumlah persiapan pembangunan infrastruktur untuk menerima kiriman air dari Umbulan.
PDAM Delta Tirta harus menyediakan delapan lahan untuk pembangunan Distribution Center (DC) atau booster.
Fungsinya sebagai tempat menampung air dari Umbulan sebelum dialirkan ke sambungan rumah. Akhir tahun, kebutuhan tempat pengumpul air itu harus sudah tersedia.
Tapi dari delapan itu, baru empat yang sudah tersedia. Yakni di Kecamatan Jabon, Porong, Candi, dan Waru. Sedangkan, empat lahan DC yang belum berhasil didapatkan berada di Sidoarjo, Tanggulangin, Buduran, serta Gedangan.
Padahal, akhir tahun ini semua harus tuntas. "Kendalanya ada pada pengadaan lahan. Tapi kami yakin bisa tuntas," jawab Basit.