Kamis, 9 April 2026

Berita Banyuwangi

Penari Gandrung Kawal Penyemayaman Api Asian Games di Banyuwangi

Penyemayaman api dari obor Asian Games di Banyuwangi dikawal oleh para penari Gandrung. Begini suasananya...

Penulis: Haorrahman | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Proses penyemayaman api obor Asian Games di pendopo Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Api obor Asian Games 2018 disemayamkan dan menginap semalam di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi, Minggu (22/7). Penyemayaman api obor ini mendapat pengawalan dari ratusan penari gandrung

Sebelum disemayamkan, obor yang tiba di Banyuwangi sejak Sabtu (21/7) malam di Paltuding Kawah Gunung Ijen itu, diarak keliling Kota Banyuwangi.

Setelah disandingkan dengan blue fire Kawah Gunung Ijen, pada Minggu dini hari, obor dibawa ke rest area Taman Sari, Kecamatan Licin dengan pawai mobil yang dimeriahkan berbagai kesenian lokal seperti Kuntulan sampai Barong.

Selanjutnya, obor dibawa menuju Stadion Diponegoro yang dilakukan secara estafet oleh delapan atlet sepeda dari Banyuwangi Road Cycle Community (BRCC). Di Stadion Diponegoro akan ada Pesta Rakyat.

Bertolak dari Stadion, obor diarak keliling kota dengan titik terakhir Pendopo Banyuwangi. Di pendopo telah disediakan mini cauldron (box penyimpanan api), di mana obor akan disemayamkan satu malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali.

Dari stadion, obor dibawa estafet oleh 10 orang pelari yang terdiri atas atlet dan warga Banyuwangi berprestasi. Para atlet pembawa obor adalah mereka yang pernah berprestasi tingkat nasional hingga Asia.

Juga ada Ahmad Dzulkarnaen, fotografer lokal Banyuwangi yang difabel. Setelah itu obor diserahkan pada Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, yang selanjutnya diberikan pada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.
Selanjutnya Anas menyemayamkan api obor Asian Games itu di pendopo.

“Asian Games 2018 sarat dengan inspirasi. Salah satunya soal manajemen seni pertunjukan. Ini penting agar daerah seperti Banyuwangi bisa terinspirasi, bagaimana mengemas kekayaan seni-budaya menjadi kekuatan sosial sekaligus pariwisata dengan manajemen pertunjukan yang bagus,” ujar Anas.

Anas mengatakan, daerah di Tanah Air yang kaya dengan seni-budaya perlu seksama mempelajari beragam atraksi di Asian Games.

Misalnya, bagaimana pawai obor mampu menyatukan Indonesia dengan melintasi akar perjuangan bangsa di makam Bung Karno, akar kultural dengan disemarakkan beragam seni-tradisi, dan kekayaan destinasi seperti Bromo, Kawah Ijen, Raja Ampat, dan Danau Toba.

“Belum lagi nanti saat seremoni pembukaan dan penutupan Asian Games yang pasti bakal spektakuler dan berkelas dunia. Para pelaku seni di daerah perlu menyimak untuk melihat bagaimana seni ditata dengan kreatif menjadi kekuatan sosial, kebudayaan, ekonomi, sekaligus kebangaan bangsa,” papar Anas.

Menurut Anas kolaborasi berbagai kementerian, Badan Ekonomi Kreatif, panitia penyelenggara (INASGOC), dan pelaku seni saat Asian Games sangat menarik untuk dipelajari.

"Selain itu tentu saja kami elajar keramahtamahan dan sportivitas olahraga,” tambah Anas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved