Sabtu, 11 April 2026

Single Focus

Kurang Sosialisasi, RT dan RW Belum Banyak Mengisi Data Aplikasi Sipandu

Setiap RT dan RW diberikan user dan pasword untuk masuk dan menghimpun data melalui aplikasi Sistem Informasi Pantauan Penduduk (sipandu).

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Parmin
Surya/ahmad zaimul haq
KURANG SOSIALISASI - Sekretaris Kelurahan Mojo, Anwar Subakti menunjukkan aplikasi Sipandu, Senin (2/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Usai kejadian teror bom di Surabaya 13-14 Mei 2018 lalu, Pemerintah Kota Surabaya membuat aplikasi berbasis menghimpun data, bagi warga Surabaya yang baru datang atau sudah pergi lama.

Setiap RT dan RW diberikan user dan pasword untuk bisa masuk dan menghimpun data melalui aplikasi bernama Sistem Informasi Pantauan Penduduk (sipandu) ini.

 Kasubbag Pengembangan Otonomi Daerah Bagian Pemerintahan Ahmad Yardo Wifaqo menjelaskan sejauh ini sudah ada 16 ribu data terhimpun.

"Dari data base Dispendukcapil kita terjun ke lapangan, dengan tenaga RT dan RW. Ketika dijumpai ada penduduk yang belum terdaftar di data base atau ada di data base, namun fakta di lapangan tidak ada maka dimasukkan ke dalam sistem Sipandu," jelas Yardo.

Dalam sistem Sipandu ada beberapa pertanyaan konfirmasi yang diajukan. Misalnya ke mana warga itu pergi? berapa lama? dengan siapa? Dan informasi yang berkaitan dengan kepergian dan datangnya.

"Nah informasi ini yang akan dianalisa Pemkot Surabaya dan jajaran Forpimda," tambah Yardo.

Surya.co.id mencoba menghubungi beberapa Ketua RT di Surabaya, terkait sejauh mana perkembangan input data di aplikasi buatan Dinas Komunikasi dan Informatika, Kota Surabaya ini.

Ketua RT 03 RW 06 Kampung Kedondong Kidul Dicky Sugeng Peremana salah satunya. Dicky mengaku sudah mengikuti sosialisasi oleh Pemkot dengan RT se-Surabaya terkait Sipandu.

Namun, hingga kini dia belum menginput data satu kali pun, karena susah komunikasi dengan pemilik kos di lingkungannya.

"Di Kelurahan ada share soal Sipandu saya tidak bisa hadir. Saya gak mengisi, prakteknya gak semudah yang disosialisakan oleh pemkot. Gak semua pemilik kos mau kooperatif untuk meminta warga kosnya datang ke RT," kata Dicky, Senin (2/7/2018).

Dicky melanjutkan, dia sudah meminta para pemilik kos dan tempat kontrakan terkait data warga musiman yang ada. Namun sampai sekarang tak pernah barsambut gayungnya.

"Kalau bukan bapak atau ibu level kelurahan maupun kecamatan tentunya ada pendampingan dari minimal babinsa atau babinkamtib atau pun satpol PP kecamatan, saya rasa gak akan pernah maksimal," tambahnya.

Epsan Ketua RT 07 WW 06 Kedondong Kidul gang 1 Kelurahan Tegalsari juga mengatakan hal senada. Dia belum menginput data sekalipun, lantaran lupa user name dan pasword.

"Saat itu saya gak ikuti sosialisasinya, tapi saya pernah diberikan user name dan pasword dan saya lupa menyimpanya," akunya.

Anwar Subakti, Sekertaris Kelurahan Mojo mengaku sampai saat ini belum ada satu pun data dari RT yang mendata warga lewat aplikasi Sipandu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved