Senin, 20 April 2026

Berita Kediri

Debat Publik Pilkada Kota Kediri, Ini yang Disampaikan Tiga Paslon

Tiga pasangan calon Pilkada kota Kediri yang tampil semuanya menyampaikan janji politiknya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: irwan sy
surya/didik mashudi
Ketiga pasangan calon walikota dan wakil wali Kota Kediri saat mengikuti debat publik di Hotel Insumo, Jumat (22/6/2018) malam. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Debat publik putaran kedua calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri di Hotel Insumo berlangsung kondusif. Tiga pasangan calon yang tampil semuanya menyampaikan janji politiknya, Jumat (22/6/2018) malam.

Pasangan Aizzudin - Sudjono Teguh Widjaya nomer urut satu berjanji pegawai honorer di lingkungan Pemkot Kediri bakal mendapatkan honor sesuai dengan upah minimum kota (UMK) Kota Kediri.

Sedangkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) bakal mendapatkan tunjangan kinerja yang cukup proporsional supaya dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Kota Kediri.

"Kami akan memimpin Kota Kediri dengan cara yang santun dan merangkul bukan memukul. Kami ingin mewujudkan Kediri toto dan Kediri joyo," tandas Aizudin.

Sementara pasangan nomer urut dua Abdullah Abu Bakar - Lilik Muhibbah menegaskan, progam unggulannya Prodamas Rp 50 juta per RT per tahun telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Ke depan progam kami Prodamas plus minimal Rp 100 juta per RT per tahun," tandasnya.

Progam lainnya yang digagas servis city card atau kartu yang melayani. Semua bantuan akan dimasukkan dalam satu kartu sehingga tak perlu berjubel dan dapat diambil setiap waktu.

"Kami juga memberikan asuransi kesehatan universal. Saat ini kami telah menggratiskan seluruh masyarakat yang berobat di RSUD Gambiran," jelasnya.

Sementara pasangan dr Samsul Ashar - Teguh Juniadi juga menjanjikan progam kesehatan gratis (prokes) dengan mendekatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

"Setiap kelurahan ada satu mobil ambulans," jelasnya.

Progam lainnya pendidikan gratis (prodis) baik untuk sekolah negeri dan swasta.

"Siswa mulai kelas 4 kita beri bantuan laptop untuk sarana belajar," ungkapnya.

Meski semua pasangan calon saat berdebat tidak saling menyerang, namun tim sukses ketiga pasangan calon tetap saja riuh dengan sorak dan yel-yel.

Untuk mengamankan agenda debat publik dikerahkan ratusan personel Polresta Kediri di dalam dan di luar gedung.

Sementara Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofik bersyukur debat publik putaran kedua berlangsung lancar karena tidak ada protes dari tim sukses.

"Kami lakukan gladi bersih menghadirkan tim sukses semua pasangan," jelasnya.

Apalagi materi debat publik juga diisi dengan komitmen tentang pemberantasan korupsi, pemberantasan narkoba dan pembangunan keluarga. Diharapkan komitmen itu yang nanti direalisasi setelah terpilih.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved