Breaking News:

Berita Mojokerto

VIDEO - Mie Instan Baru Tapi Kadaluarsa Beredar di Mojokerto, Begini Imbauan Polisi

Di Mojokerto beredar mie instan yang tampaknya baru tetapi sebenarnya kadaluarsa. Ini imbauan polisi agar masyarakat tak terkecoh.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Eben Haezer Panca

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Anggota penyidik Satgas Pangan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mojokerto masih melakukan penyidikan terkait penyebaran produk Repacking mie kedaluwarsa yang diduga telah menyebar luas di pasar tradisional wilayah Kabupaten Mojokerto dan sekitarnya.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata menuturkan, meskipun belum mengetahui secara pasti bahaya mie instan kedaluwarsa ini, pihaknya memastikan jika makanan atau minuman yang telah habis waktu masa berlakunya pastinya akan membahayakan kesehatan.

"Kami masih menunggu hasil dari laboratorium mie kedaluwarsa ini untuk memastikan kandungan makanan yang bisa membahayakan jika dikonsumsi," ungkapnya, Jumat (22/6/2018).

Leo mengatakan, sesuai keterangan dari tersangka Susanto (38) yang merupakan pemilik home industri pengemasan mie kedaluwarsa dari berbagai merek mie instan, mie yang beredar di masyarakat memiliki merek Cap Bunga Terompet. Merek ini banyak dijual di pasar tradisional. 

"Mie kering kemasan dari hasil produksi Repackaging ini dibeli oleh masyarakat yang tidak tahu kalau produk itu sebenarnya telah kedaluwarsa," ujarnya.

Dia  mengkhawatirkan penyebaran produk mie kedaluwarsa ini telah dijadikan makanan olahan dan makanan ringan yang dijual bebas di pasaran.

Namun, pihaknya enggan berandai-andai terkait penyebaran mie kedaluwarsa ini yang diduga juga menyasar di kawasan sekolah atau jajanan anak-anak.

"Untuk penyebaran produk mie kedaluwarsa ini masih dalam penyidikan kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati setiap kali membeli produk kemasan," jelasnya.

Ditambahkannya,  gudang tempat memproduksi pengemasan ulang (Repacking) mie instan kedaluwarsa di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, lokasinya cukup tersembunyi. Lebih dari satu tahun produksi mie kedaluwarsa ini telah beroperasi.

"Aktivitas produksi ini tidak diketahui lingkungan karena pintunya selalu tertutup rapat," ungkapnya.

Seperti yang diberitakan anggota Satgas Pangan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mojokerto menggerebek gudang produksi Repacking mie instan kedaluwarsa di Jasem Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto, Jumat (22/6/2018).

Polisi menangkap tersangka Santoso (38) warga Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro yang merupakan pemilik home industri pengemasan ulang mie kedaluwarsa.

Dari penangkapan itu polisi menyita sebanyak 10 ton mie kedaluwarsa yang siap diedarkan. Omzet penjualan mie instan kedaluwarsa ini satu bulan mencapai Rp 30 juta. 

Baca: Awas, Ada Mi Instan Kadaluarsa Dikemas Ulang dan Dipasarkan di Mojokerto

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved