Ramadhan 2018
Ratusan Lansia Jadi Santri Dadakan di PP Darul Ulum Jombang Selama Ramadhan
Ratusan lansia menjadi santri dadakan di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, selama Ramadhan. Begini suasananya
Penulis: Sutono | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | JOMBANG - Bulan suci Ramadhan banyak dimanfaatkan kaum muslim untuk memperbanyak kegiatan keagamaan. Tak terkecuali ratusan warga lanjut usia (lansia). Mereka tak segan jadi santri dadakan di Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU), Jombang.
Selain menimba ilmu keagamaan, mereka sekaligus lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, meningkatkan ketakwaan kepada Allah, serta meningkatkan kualitas keimanan mereka.
Ratusan lansia itu sejak awal Ramadan sudah berdatangan dadakan di pesantren yang didirikan pada 1898 itu.
Mereka mayoritas berusia 50 tahun ke atas, tak hanya datang dari Jombang, melainkan juga dari berbagai wilayah di luarnya.
Diantaranya dari Kediri, Pacitan, Madiun, Jember, Nganjuk, dan Mojokerto. Bahkan ada lansia yang berasal dari Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat. Total lansia yang jadi santri dadakan, saat sedikitnya mencapai 150 orang.
Sekretaris Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum KH Cholil Dahlan, mengatakan, mereka yang dari luar pulau itu mayoritas karena anaknya pernah jadi santri di PPDU.
Para orang tua itu, sambung Kiai Cholil, saat anaknya mondok di sini, satu dua kali pernah menjenguk anak-anak mereka di sini.
"Dari pengalaman menjenguk anaknya itulah, ditambah informasi bahwa di sini menerima santri lansia, mereka kemudian minta kepada anaknya untuk ikut nyantri di sini," kata Kiai Cholil kepada Surya, Kamis (24/5/2018) .
Kiai Cholil mengungkapkan, sembari menjalankan ibadah puasa, ratusan lansia itu mengikuti berbagai kegiatan agama. Di antaranya pengajian rutin, salat berjamaah, hingga membaca Alquran.
Untuk materi pengajian rutin juga beraneka macam. Antara lain, tata cara salat yang benar, amalan sehari-hari, tata krama hubungan dengan Allah, serta memahami surat-surat Alguran.
“Umumnya materi yang berhubungan dengan syariat. Seperti meningkatkan kualitas salat, kualitas puasa. Kalau soal akhlak, tidak banyak, karena mereka sudah lansia, yang potensi berbuat maksiat sudah nyaris lenyap,” imbuh Kiai Cholil.
KH Cholil yang juga Ketua MUI Jombang ini menceritakan, kegiatan ‘nyantri’ untuk lansia saat Ramadan sebenarnya tak hanya terjadi pada tahun ini saja, melainkan sudah sejak ratusan tahun silam.
“Sebab, sebagian besar dari mereka saat ini mondok tersebut anggota jamaah Tarikat Qodiriyah wan Naqsabandiyah, yang memang berpusat di sini (PPDU),” terang KH Cholil,
Menurut Kiai Cholil, para lansia itu tidak datang secara bersama-sama, namun secara bergelombang. Hanya saja, rata-rata mereka datang sejak awal Ramadan. Para santri dadakan itu akan kembali ke rumah masing-masing saat menjelang lebaran.
Selama di pesantren, ratusan santri lansia itu tinggal di bagian masjid, yang sudah dimodifikasi menjadi tempat tinggal sementara. Segala aktivitas mulai tidur, sahur, hingga buka puasa, mereka lakukan di masjid itu pula.
Meski memenuhi fasilitas listrik dan kebersihan, namun pihak pondok tidak menarik biaya sepeser pun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/lansia-nyantri-di-ponpes-darul-ulum-jombang_20180524_212151.jpg)