Rabu, 15 April 2026

Berita Surabaya

Hari Pertama Kembali Sekolah, Risma Minta Bebas Pelajaran Supaya Anak-anak Tidak Trauma

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini meminta sekolah tidak mengadakan pelajaran dulu di sekolah saat hari pertama para siswa kembali belajar.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Eben Haezer Panca
ist
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan arahan kepada seluruh guru agama SD SMP se-Surabaya di Convention Hall Surabaya, Jumat (18/5). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah serangan teror bom di Surabaya membuat sekolah-sekolah jenjang SD hingga SMP diliburkan sampai Senin (21/5/2018) depan. 

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengimbau sekolah agar di hari itu tidak langsung memberikan pelajaran kepada para siswa. 

Hal ini dia sampaikan ketika memberi arahan kepada guru Agama SD dan SMP se-Surabaya di Convention Hall Jl AR Hakim, Surabaya, Jumat (18/5).

Para guru juga diimbau untuk lebih banyak memberikan cerita tentang hidup bertoleransi, sesuai degan Pancasila.

"Saya ingin guru-guru agama ini menunjukkan contoh kehidupan bertoleran. Di dalam Pancasila ada hubungan dengan manusia dan hubungan dengan Tuhan. Jadi bukan hanya hubungan dengan Tuhan yang kita hidupkan tapi hubungan antar manusia juga," kata Wali Kota Risma.

Dia juga berpesan kepada para guru agar masuk sekolah hari pertama, anak-anak tidak langsung menerima pelajaran. Melainkan mendapatkan hiburan seperti bernyanyi bersama, bersenang-senang, dan mendengarkan cerita kemanusiaan.

"Saya kemarin minta sementara pelajaran off dulu buat mereka senang supaya anak-anak tidak trauma," tambahnya.

Wali kota Risma juga mengaku akan memberikan pendampingan psikologi di setiap sekolah. Dia berharap minimal anak-anak di kota Surabaya tidak ada ketakutan untuk datang ke sekolah.

Selain itu Risma akan memantau betul murid-murid yang tidak menyukai pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau PPKN.

"Saya sampaikan kepada pak menteri agar pelajaran PPKN bukan hanya apa arti merah putih, melainkan Pancasila itu ada ketuhanan juga kemanusiaan. Kemanusiaan ini yang harus digenjot," tambahnya.

Menurut Wali Kota Risma, penting juga mengajarkan anak-anak sejarah yang telah dilalui Indonesia untuk memperoleh kemerdekaannya. Anak-anak perlu diingatkan bahwa Indonesia punya sejarah yang dibangun dengan berdarah-darah, sehingga sangat tidak layak apabila melupakan sejarah.

“Saya mohon mengajarkan bahwa kita punya sejarah dan perjuangan yang sangat luar biasa. Kalau kita sekarang bisa menikmatinya, lalu melupakannya, berarti kita menjadi orang yang tidak tahu berterimakasih,” ujarnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved