Berita Surabaya
Guru SMAN 14 Surabaya Ajar Biologi Lewat Lagu dan Drama
Alif Hanifah, guru SMAN 14 Surabaya punya cara menarik untuk mengajar materi biologi yang penuh istilah-istilah asing
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Alif Hanifah, guru SMAN 14 Surabaya punya cara menarik untuk mengajarkan materi biologi yang penuh dengan hafalan-hafalan istilah asing kepada murid-muridnya. Karena cara yang unik itu pula, perempuan tersebut mendapat predikat Guru Berprestasi.
“Saya terbiasa dengan pembelajaran yang komprehensif dengan menerapkan inovasi Babak Pretas. Itu singkatan dari baca, buat konsep, presentasi, review atau post test,” tutur Alif saat di temui di sela jam mengajarnya di sekolah beberapa waktu lalu.
Strategi belajar yang diterapkan itu selain efektif digunakan untuk mengajar juga sukses mengantarnya menjadi juara I guru berprestasi tingkat provinsi tahun ini. Dia pun tengah bersiap mewakili Jatim untuk memenangkan ajang serupa di tingkat nasional.
Perempuan kelahiran Pasuruan 1972 itu menjelaskan, untuk merealisasikan konsep tersebut dia mengajak para siswa untuk mengawali belajar dengan membaca.
Tujuannya, siswa mengerti apa yang akan dipelajari dan paham apa indikator yang harus dia kuasai.
“Jadi siswa sudah tahu apa kebutuhannya untuk belajar itu,” tuturnya.
Selanjutnya, siswa membuat sendiri konsep untuk mempelajari materi tersebut. Bisa dengan memodifikasi lagu, membuat drama, mind mapping atau peta konsep. Pilihan konsep itu disesuaikan dengan materi.
“Misal untuk membantu menghafalkan istilah kita menggunakan lagu cublak-cublak suweng yang liriknya kita ganti dengan sistem koordinasi sel saraf dan gerak sadar. Atau lagu lain yang liriknya diganti dengan penjelasan materi,” tutur wanita yang sudah 24 tahun mengajar ini.
Sementara dengan drama, siswa dapat menampilkan peran sesuai materi pelajaran dan ada satu siswa yang ditunjuk untuk menjelaskan. Konsep ini dipakai untuk tugas berkelompok.
Sedangkan untuk Kompetensi Dasar (KD) tertentu yang menyantumkan banyak gambar cenderung lebih mudah menggunakan mind mapping.
“Pilihannya banyak. Guru juga bisa membuat game berkelompok yang misinya siswa menyusun konsep dan dipresentasikan,” ungkap Alif.
Dari serangkaian model pembelajaran tersebut, siswa tetap diberi kesempatan untuk berdialog melakukan tanya jawab dengan guru.
Hal ini lantaran ilmu biologi bukanlah ilmu yang statis tidak berkembang. Dalam berbagai bidang yang dipelajari, biologi terus berkembang dan siswa perlu mengupdate pengetahuannya.
“Terakhir dilakukan post test untuk mengukur ketuntasan belajar siswa sudah benar-benar terpenuhi,” kata Alif.
Menurutnya, strategi pembelajaran semacam itu akan lebih efektif dari pada tidak menggunakannya. Sebab, dari awal siswa sudah mengetahui apa yang akan dipelajarinya dan memiliki kontrak belajar yang harus mereka penuhi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/alif-hanifah_20180517_175556.jpg)