Bom Surabaya
Haru Biru saat Penghormatan Terakhir Tutup Peti Kakak-Adik Vicencius Evan dan Nathanael Ethan
Puncak prosesi penghormatan terakhir yakni penutupan peti. Air mata Weni makin deras. Ini terakhir kalinya Weni melihat wajah sang buah hati.
Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: irwan sy
"Semoga Evan diterima di sisi Tuhan," doanya.
Teman satu kelas Evan bernama Jefferson Randy membenarkan pernyataan Aimee, bahwa Evan pintar dalam pelajaran matematika.
"Nilai Matematika Evan 100," imbuh Jefferson.
Jefferson mengaku kehilangan Evan, sebab Evan adalah teman bermainnya.
"Kalau di sekolah main zombie-zombiean lalu main game Mobile Legend bareng. Evan anaknya pintar," terangnya.
Turut hadir pula Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Arist Merdeka Sirait, di Rumah Duka Adi Jasa untuk memberikan penghormatan terakhir dan support kepada keluarga Evan dan Nathan.
Setelah memberikan penghormatan terakhir, Arist mengomentari aksi bom bunuh diri yang mengikutserakan anak-anak di bawah umur.
"Ini adalah modus baru yang harus diwaspadai. KPA sudah mengingatkan hal itu dua tahun yang lalu bahwa kelompok radikal yang melibatkan anak ini sudah bangkit," ujar Arist.
Ia melanjutkan, ini bukan masalah doktrin agama lagi melainkan perang terhadap situasi yang ia sebut sudah tidak rasional.
"Paham radikalisme ditanamkan ke anak, jelas itu bertentangan dengan kemanusiaan. Bukan hanya sebagai pelaku, anak-anak ini sudah dikorbankan oleh orang dewasa. Ini diluar akal sehat," ungkapnya.
Ia menjelaskan, KPA akan bertindak tegas dan mengusulkan Perpu Terorisme. Pihaknya akan memberikan pendampingan anak-anak pelaku teroris yang selamat.
"Ini masih dalam sterilasasi. Kami akan coba melobi Polda Jatim terkait pendampingan ini," terangnya.
Arist menyebutkan bentuk dari pendampingan itu ialah dengan memberikan terapi psikososial.
"Di dalam itu kami melakukan program deradikalisasi. Anak itu adalah korban yang terpapar paham radikalisasi orangtuanya" ucap Arist.
Saat ditanya berapa lama akan hilang paham radikalisasi tersebut, Arist mengatakan tergantung keintensan terapi psikososial tersebut.