Rabu, 29 April 2026

Berita Jawa Timur

Tangkal Paham Radikal Berkembang di Usia Dini, Ini yang Dilakukan Pelajar NU

Ratusan pelajar NU berkumpul di Malang untuk mengikuti Materi Wawasan Nusantara dan Kebangsaan yang tujuannya menangkal radikalisme

surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) ke-6 Se-Nusantara di Hall Ibnu Sina Universitas Islam Malang, Jumat-Minggu (11-13/5/2018). 

SURYA.co.id | MALANG - Ratusan Kader Pimpinan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) berkumpul di Kota Malang, Minggu (13/5/2018).

Pertemuan ini digelar dalam rangka Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) ke-6 Se-Nusantara.

Acara bertema 'Rekonstruksi Strategi Kaderisasi Untuk Menyongsong PKPT IPNU-IPPNU Go Internasional' ini digelar di Hall Ibnu Sina Universitas Islam Malang, Jumat-Minggu (11-13/5/2018).

Acara ini terdiri dari stadium general yang menghadirkan keynote speaker profesional, FGD (Fokus Group Discussion), sarasehan serta sidang komisi untuk membuat sejumlah rekomendasi penting.

"Susunan acara Silatnas ini padat dan berlangsung sukses," kata Ketua Panitia Silatnas ke-6 PKPT IPNU-IPPNU Se-Nusantara, Achmad Faisal Muzakki di sela acara penutupan.

Menurutnya, IPNU dan IPPNU sangat konsen terkait penguatan wawasan kebangsaan guna selalu mengedepankan nilai-nilai keislaman dalam ranah kebudayaan Indonesia yang cinta damai.

Materi Wawasan Nusantara dan Kebangsaan yang merupakan inti dari materi motivasi organisasi yang dibawakan Ustad Fattah (Dewan Pakar Bank Muamalat Se-Indonesia).

Materi ini berisi pembelajaran soal nilai agama secara utuh, sekaligus menangkal paham radikalisme.

Paham radikalisme seringkali menjadi penyebab aksi teror dewasa ini.

"IPNU dan IPPNU akan jadi garda terdepan dalam menangkal radikalisme. Selain itu, kami mengecam aksi pemboman 3 gereja yang terjadi di Surabaya Minggu pagi tadi," tegasnya.

Disisi lain, Ustad Fattah Hidayat menyampaikan bahwa sebagai organisasi kader yang berada di bawah naungan Nahdatul Ulama, mesti mengambil peran besar dalam kontek kebangsaan dan keumatan.

IPNU dan IPPNU harus mengedepankan motivasi organisasinya pada sandaran dua hal yaitu wawasan nusantara dan wawasan kebangsaan.

"Kedua dimensi sudut pandang itu menjadi penting dipahami di era kekinian agar IPNU dan IPPNU tetap bisa berkiprah tanpa kehilanngan jatidirinya sebagai seorang muslim dan orang Indonesia yang cinta damai," katanya.

Wawasan Nusantara dan kebangsaan, lanjut Ketua Jurusan Psikologi Universitas Negeri Malang ini, mesti diperkuat sehingga berdampak besar pada persatuan dan kesatuan bangsa.

Sehingga, sekaligus mengimplementasikan pada enam dimensi yaitu penghargaan atas harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, tekad bersama dalam berbangsa yang bebas, merdeka dan bersatu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved