Liputan Khusus
Bimbel Gratis, Tak Sekadar Tempat Bermain dan Belajar, Juga Ajarkan Anak Lakukan Ini
Ia juga sedang berusaha menambah relawan profesional untuk berbagi cerita dan cita-cita kepada anak-anak itu.
Waktu bimbel hanya digelar sepekan sekali, kata Adham, karena mayoritas relawan masih SMP dan SMA.
Adham, misalnya, baru saja lulus SMA dua tahun lalu.
Dari kerja keras membangun bimbel gratis bersama teman-temannya itu, Adham diganjar juara dua Pemuda Pelopor 2018 Kota Surabaya.
Ia pun berhak membawa program itu untuk dikompetisikan di tingkat provinsi.
Narsih dan Adham kini punya cita-cita yang kurang lebih sama : mengembangkan kegiatan bimbel semakin luas.
Narsih berharap bisa merangkul lebih banyak anak-anak untuk ikut bimbel gratisnya.
Ia juga sedang berusaha menambah relawan profesional untuk berbagi cerita dan cita-cita kepada anak-anak itu.
“Agar anak-anak SMP dan SMA juga bisa dirangkul. Diberi kegiatan yang setidaknya bisa menambah keterampilan,” ungkapnya.
Narsih ingin Kampung Tegal, disebut demikian karena dulunya kampung itu berupa lahan kosong nan luas, menjadi tempat wisata edukasi.
Sedangkan Adham bertekad menjadikan tempat bimbel di kampungnya tak sekadar untuk bermain dan belajar.
Ia ingin juga bisa memfasilitasi anak-anak untuk berbagi dan bercerita tentang apapun.
Maka, cita-citanya ingin mengubah tempat bimbel menjadi semacam Children Centre.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bimbingan-belajar-bimbel-gratis_20180507_085001.jpg)