Sosok

Sosok - Saffana, Suka Bikin Sesuatu yang Beda

Karena suka dengan fashion, Saffana mengambil keputusan berani, yakni tak menyelesaikan kuliahnya.

Sosok - Saffana, Suka Bikin Sesuatu yang Beda
surya/sudharma adi
Saffana 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjadi desainer tak hanya sekadar mendesain baju saja, namun punya passion dan kesukaan membuat sesuatu yang unik. Itu yang membuat Saffana menjadi satu di antara desainer terkemuka di Jatim.

Perempuan kelahiran Surabaya 4 Februari 1983 ini mengatakan ia dilahirkan dari keluarga yang punya daya kreasi oke sehingga jadi barang yang bisa dijual.

Tak heran, dia termasuk perempuan yang tangannya tak bisa diam untuk membuat sesuatu jadi bahan yang unik.

“Saya dulunya memang suka membuat kerajinan simpel tapi unik. Saya sering membuat bros, mukena dan aksesoris lain hingga membuat baju dari kain yang dicampur sehingga jadi berbeda,” ujarnya, Jumat (4/5/2018).

Kerajinan yang dia buat tak hanya sekadar disimpan di rumah saja, tapi dia berinisiatif menjualnya. Tak dinyana, barang yang dibuatnya ini laku dijual.

Tak heran, dia makin tertarik usaha kecil-kecilan dari kerajinan itu, dan makin gencar belanja kain di beberapa tempat di Surabaya dan Jakarta.

“Bahkan, saya anggap belanja kain itu sebagai refreshing, karena saking sukanya belanja dan mendesain,” tutur ibu satu anak ini.

Karena suka dengan hal ini, Saffana mengambil keputusan berani, yakni tak menyelesaikan kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang.

Perempuan berjilbab ini memilih menekuni dunia fashion, terutama moslem dress. Untuk memperdalam ini, dia belajar di sekolah desain Susan Budiarjo selama hampir tiga tahun.

Setelah 2016 itu, dia banyak belajar tentang busana dengan melihat fashion show desainer lain. Keputusan besarnya itu ternyata tepat baginya. Pengorbanan pendidikan akademisnya terbayar dengan menjadi desainer ternama.

“Saya lalu mantap fokus di baju muslim dengan ciri khas feminim romantic,” ujarnya.

Dari sini, dia lalu menjadi desainer moslem dress dan membuka butik Saffana di Graha Kebonsari. Obsesi membuat busana muslim dan mensyiarkan Islam jadi pilihan utamanya.

“Saya juga ingin berbagi ilmu dan motivator tentang busana muslim ini,” pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved