Berita Surabaya
Mahasiswa UK Petra Ajarkan Anak Penderita Kanker Buat Karya dari Keramik untuk Terapi Psikis
Program ini kegiatan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra Surabaya,Christopher Allen Setia Dharma.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA – Suasana ceria selalu terlihat saat memasuki Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker di Jalan Karang Menjangan. Seperti siang ini, beberapa anak penderita kanker tampak riang didampingi orang tuanya dan sejumlah mahasiswa UK Petra.
Meskipun dalam keadaan berbeda dengan anak pada umumnya karena pengaruh pengobatan dan kanker yang menyerang mereka. Anak-anak ini terlihat tak segan berinteraksi dengan para mahasiswa yang mengajarkan mereka membuat adnan tanah liat untuk dijadikan keramik.
Nur Kholifah (13) salah satu anak yang tinggal di rumah singgah mengungkapkan sangat senng bisa ikut membuat keramik. Ia sempat membuat mangkok berbentuk hati.
“Waktu itu sempat bikin, tapi waktu dibakar pech. Ini nanti semoga jadi,” ungkap gadis asal Kangean yang menderita kanker darah ini.
Khomaria, ibu dari Adi Mas Putra yang mengidap tumor mata mengungkapkan melalui kegiatan membuat keramik, anaknya dapat berekspresi berkisah tentang hidupnya.
Ia tak lagi melihat penyakitnya dengan kecil hati dan pesimistis. Dan memiliki kesibukan lain yang menghasilkan selain hanya bermain.
“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini, anak-anak dapat melupakan tentang sakitnya dan dapat lebih ceria,” ungkapnya.
Kegiatan Kisahku Lewat Tanganku (Kuatku) ini merupakan program yang dibuat mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra Surabaya,Christopher Allen Setia Dharma.
“Program ini merupkan Tugas Akhir saya berupa art theraphy dari seorang, bertujuan membantu para anak penderita kanker dalam melatih saraf motorik sekaligus sebagai media berekspresi,”jelasnya.
Melalui kegiatan membuat keramik, anak penderita kanker dapat berekspresi mengisahkan kisah hidupnya. Serta memberi pengaruh positif untuk setiap anak kanker yang ada supaya menggunakan waktu luangnya untuk terus berkarya.
“Kesenangan merupakan hal penting bagi kesembuhan dari setiap anak penderita kanker”, urai Allen.
Art Theraphy ini terbukti mampu secara psikologis mempercepat proses penyembuhan. Pendekatan Allen pada para penderita kanker ini dilakukan sejak Februari 2018. Tak tanggung-tanggung, sebelum terjun melatih para anak kanker Allen mengembangkan diri melatih diri hingga ke Malang.
“Dengan menggunakan tangan mereka belajar membentuk keramik maka tangan-tangan itu akan secara aktif bergerak”, urai Allen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/para-pengidap-kanker_20180502_172822.jpg)