Jumat, 5 Juni 2026

Berita Trenggalek

Serunya Balapan Miniatur Perahu Selerek di Pantai Prigi

Nelayan Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek punya cara yang unik untuk mengisi waktu saat musim paceklik ikan: Lomba Balap Miniatur Kapal

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Balapan Miniatur Perahu Selerek di Pantai Prigi 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Para nelayan Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek mempunyai cara yang unik untuk mengisi waktu saat musim paceklik ikan.

Salah satunya dengan menggelar lomba balap miniatur kapal.

Miniatur kapal yang dilombakan harus berbentuk slerek, jenis kapal penangkap ikan yang banyak digunakan nelayan Pantai Prigi.

Untuk keperluan lomba itu, salah satu kolam dermaga perikanan Prigi, sengaja disulap menjadi sirkuit balap.

Pesertanya bukan hanya nelayan asal Prigi, tetapi juga ada yang berasal dari Surabaya.

Satu kapal sekurangnya dibutuhkan dua orang operator.

Satu orang yang melepaskan kapal di garis start, dan satu orang mengendalikan remote control.

Bukan hanya mengandalkan kecepatan, pemegang remote harus lihai mengarahkan kapalnya.

Sebab selain lintasannya cukup sempit, juga dibuat berkelok-kelok.

“Perahu yang dilombakan panjangnya antara 1,3 meter hingga 1,4 meter. Lebarnya sekitar 20 sentimeter,” terang Sukarno, salah satu panitia lomba.

Lanjut Sukarno, biasanya lomba ini diadakan pada bulan Januari atau Februari.

Saat itu biasanya musim paceklik ikan.

Namun ternyata musim paceklik ikan mundur

“Ternyata baru bulan 4 (April) musim paceklik ikan,” tambah Sukarno.

Balap miniatur kapal ini memacu kreativitas nelayan lokal.

Atraksi ini juga untuk menarik para wisatawan.

Hadiah utamanya sepeda motor, hadiah ke-2 uang Rp 5.000.000, hadiah ke-3 uang Rp 4.000.0000 dan hadiah ke-4 uang Rp 3.000.000.

Salah satu tim yang berjaya dalam lomba di babak penyisihan adalah kapal milik Tim Tambaksari.

Tim ini digawangi oleh Sucipto (49) yang dikenal ahli membuat miniatur kapal.

“Semua dikerjakan bersama-sama, seperti saya yang kebagian ngecat,” ujar Suyono, adik Sucipto yang juga anggota tim.

Menurut Suyono, seluruh komponen mesin kapal dan remote dibeli secara online.

Sementara badan kapal dibuat dari berbagai bahan bekas, mulai dari kapan kayu, bambu hingga stik es.

Untuk satu set mesin kapal terdiri dari remote, dinamo penggerak dan baterai dibutuhkan biaya sekitar Rp 7.000.000.

Sedangkan untuk pembuatan badan kapal lengkap dengan cat airbrush.

“Soal desain, rancang mesin bisa belajar dari internet,” pungkas Suyono.

Babak final balap miniatur kapal slerek ini rencananya dilaksanakan pada hari Selasa (1/5/2018). 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved