Citizen Reporter
Metode Ummi Masuk Kampus
UKM yang satu ini selalu mencari cara terbaik untuk mengaji. Setiap tahun ada metode baru yang dipelajari.
Membumikan Alquran di Trunojoyo adalah jargon Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Huffadz Universitas Trunojoyo Madura (UKM Ihfadz UTM). Itu menjadi hastag pada setiap penyebaran di media sosial.
Bukan hanya itu, sorak ‘Salam Generasi Qurani’ ikut meramaikan semangat. Usai mengkhatamkan metode mengaji dengan metode yanbua, UKM yang berisikan para penghafal Alquran itu sekarang mengusung metode mengaji ala metode UMMI (17/4/2018).
UKM yang berkecimpung di bidang Alquran, kembali dengan wajah barunya. Tahun 2017 pertama mengkhatamkan metode mengaji ala metode Yanbua asal Kudus yang dibawa Suhairiyah, salah satu anggota asal Probolinggo.
Pada 2017, diusung metode mengaji Ummi yang diperkenalkan lewat diklat anggota baru. Kini, pada 2018 metode yang dipelopori salah satu anggota asal Pondok Al-Kayyis Telang, Madura, kembali digarap. Itu sebagai salah satu program divisi Bimbingan Baca Quran (BBQ).
Berbeda dengan tahun lalu adalah, bimbingan dibuka untuk seluruh mahasiswa UTM. Yang tidak bermukim di asrama, dilaksanakan tiap Minggu petang di masjid kampus UTM, Nururrohman. Yang bermukim di asrama, pelatihan bertempat di Asrama Gedung E. Peserta yang mengikuti tidaklah sedikit, terbukti pada antusias ramainya teriakan hijaiyyah yang menggema.
Alasan menggunakan metode ini, sesuai dengan namanya Ummi dari bahasa Arab yang bermakna ibu, yakni mengayomi anak-anaknya. Ibu mengajarkan banyak hal termasuk bahasa.
Pendekatan bahasa ibu sangat efektif dalam mengajar Alquran yaitu dengan cara langsung tanpa dieja (direct method), diulang-ulang (repetition), dan penuh kasih sayang yang tulus, serta kesabaran yang luar biasa (affection).
Metode Ummi pun mengayomi tiap muallim (orang yang mengajar ilmu) dan muallamah (orang yang menerima ilmu). Bimbingan yang diajarkan untuk membentuk makhroj atau sifat tajwidiyah.
Metode mengaji memang beragam, namun yang membedakan metode ini dengan lainnya adalah pada pelafalan makhroj. Pelafalan pada huruf istilah yakni, tho, dho, dlo, dan shod pada metode lainnya posisi bibir mengerucut, sedangkan pada metode Ummi posisi bibir datar.
“Metode Ummi tidak bisa dibilang sempurna, tetapi ketika kami mempraktikkannya cukup mudah. Hebatnya lagi, metode ini menekankan pada sistem hafalan. Namun, di sini kami tidak menganjurkannya karena masih dalam tahap transisi,” ujar Abdul Malik Amrullah, Ketua Umum UKM Ihfadz.
Lailatul Qodriyah
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Trunojoyo Madura
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mengaji_20180424_185503.jpg)