Kamis, 23 April 2026

Alasan Mahfud MD Akhirnya Mau Menjadi Cawapres Jokowi 

Nama tokoh Madura Prof Mahfud MD juga digadang-gadang meramaikan bursa cawapres mendampingi Jokowi.

Editor: Tri Mulyono
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Dahlan Iskan memeluk dan mencium mantan Ketua MK, Mahfud MD usai sidang kedua terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset PT PWU di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (6/12). 

SURYA.CO.ID - Pemilihan Presiden masih 2019, namun bursa capres dan cawapres mulai memanas.

Sejumlah tokoh terang-terangan akan maju mendampingi Presiden Jokowi atau melawan sang petahana.

Nama tokoh Madura Prof Mahfud MD juga digadang-gadang meramaikan bursa cawapres mendampingi Jokowi.

Sempat menyatakan tidak berminat, Mahfud MD kini memberikan 'kode keras' bersedia menjadi cawapres Jokowi.

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menilai, Mahfud MD cocok menjadi cawapres bagi Jokowi.

"Saya berpikir dan berani untuk mencoba untuk menawarkan nama yang ideal, Profesor Mahfud," kata Donal, dalam diskusi yang diselenggarakan ICW bertema "Pencalonan Pilpres 2019: Menantang Gagasan Antikorupsi dan Demokrasi" di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (6/3/2018).

Baca: Zumi Zola, Aktor Mantan Tunangan Ayu Dewi dan kini Gubernur Jambi Ditahan KPK

Donal menilai, Mahfud memenuhi tiga syarat capres dan cawapres yang ideal menurut ICW.

Kriteria tersebut adalah harus sosok bersih dan negarawan, memiliki visi penegakan hukum dan demokrasi yang kuat dan konsisten, berani melawan mafia hukum dan mafia bisnis.

"Profesor Mahfud menurut saya salah satu di antara sedikit orang yang bisa memenuhi tiga kriteria itu," ujar Donal.

Kesiapan itu dinyatakan Mahfud MD menjawab cuitan@eko_nursetiawan: @mohmahfudmd saya sangat antusias sekali Prof Mahfud berkenan menjadi Cawapres Pak Jokowi di Pilpres 2019. 

Mahfud memberikan jawaban diplomatis, sosok cawapres Jokowi di Pilpres 2019 ditentukan partai pengusungnya.

Saat ini ada lima partai yang sudah mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo sebagai petahana.

Kelima partai tersebut adalah PDI-P, Golkar, PPP, Partai Nasdem dan Partai Hanura. 

''Kalau pun saya berkenan takkan ada gunanya jika capres dan parpol2 pengusungnya tidak berkenan. Makanya sy bilang, saya tidak ingin tetapi bukan tidak mau. Tak mungkin, dan malu rasanya, kalau saya menawarkan diri utk itu. Biarlah capres dan parpol2 pengusungnya yang memutuskan,'' tulis Mahfud MD.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved