Minggu, 12 April 2026

Advetorial

Dindik Kabupaten Lumajang Bersiap Hadapi Penyelenggaraan Unas dan USBN 2018

Terkait kesiapan penyelenggaraan (UNBK), Kasi Kurikullum Cabang Dindik Kabupaten Lumajang, Gunardi, menyatakan kesanggupannya.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: irwan sy
surya/erwin wicaksono
Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang melaksanakan Simulasi UNBK beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Cabang Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang bersiap diri untuk menggelar pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018 jenjang SMP dan SD.

Kasi Kurikullum Cabang Dindik Kabupaten Lumajang, Gunardi, Rabu (21/3/2018), mengatakan pihaknya sudah melakukan input data peserta UN dan USBN. Data ini nanti akan menjadi Data Nominasi Sementara (DNS).

"Setelah jadi DNS kami ajukan ke Dindik Provinsi. Jika semua syarat terpenuhi, akan terbit Daftar Nominasi Tetap (DNT)," kata Gunardi.

Untuk materi soal, lanjut Gunardi, antara Unas dan USBN terdapat perbedaan dalam komposisi pembuat soal. Unas sepenuhnya diserahkan Kemendikbud, sedangkan USBN 25 persen dibuat Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dan 75 persen dibuat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Gunardi menambahkan, dalam membuat soal USBN, MGMP harus melalui tahap verifikasi agar memenuhi standar nasional oleh Puspendik.

"USBN memiliki standarisasi nasional, maka dari itu secara kualitas menjadi kewenangan Puspendik," sambungnya.

Terkait kesiapan penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Gunardi menyatakan kesanggupannya.

Hal tersebut dibuktikan sebanyak 197 sekolah di Kabupaten Lumajang sudah mumpuni dalam menyelenggarakan UNBK.

"Alhamdulillah di Kabupaten Lumajang sekolah yang dapat menyelenggarakan UNBK jumlahya lebih banyak daripada yang masih Unas kertas jawaban. Total 76 persen sudah siap menyelenggarakan UNBK" paparnya.

Agar semakin menyukseskan pelaksanaan UNBK, Dindik berencana mengumpulkan kembali perwakilan sekolah untuk dilakukan checklist mengenai sejauh mana kesiapannya.

"Targer kita UN dan USBN persiapannya sangat matang, terutama UNBK. Koneksi internet itu sangat vital makanya harus dicek terus kesiapanya" jelasnya.

Sebagai informasi, Kemendikbud mengumumkan format USBN terbaru untuk tahun ajaran 2017/2018 bagi jenjang SD, SMP, SMA dan SMK.

USBN jenjang SD di tahun ajaran ini hanya mengujikan tiga mata pelajaran (mapel), yakni Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Matematika. Komposisi soal, 90 persen pilihan ganda dan 10 persen berbentuk esai.

Jadwal USBN ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing dengan mempertimbangkan ketuntasan belajar peserta didik.

Khusus USBN mapel Pendidikan Agama, serta Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dilaksanakan pada tanggal 16 April 2018 dan 30 April 2018 untuk ujian susulan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved