Minggu, 26 April 2026

Berita Surabaya

Setelah Bawean dan Kangean, RS Terapung Unair Beri Pengobatan Gratis di Pelabuhan Kalimas

Setelah di pulau Bawean di Gresik dan Pulau Kangean di Sumenep, RS Terapung milik Unair beri pengobatan gratis di Pelabuhan Kalimas Surabaya

Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Eben Haezer Panca

SURYA.co.id | SURABAYA – Meski sudah cukup lama diluncurkan, namun belum banyak yang tahu bahwa Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) memiliki Rumah Sakit Terapung.

RS Terapung yang dinamai Ksatria Airlangga itu merupakan buah gagasan dari alumni Fakultas Kedokteran Unair yang fokus memberi layanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat di kepulauan terpencil.

Kapal RS Terapung ini sudah memberi layanan kesehatan di tiga tempat.

Pertama di Pulau Bawean, Gresik, pada akhir Oktober 2017 silam. Saat itu ada 449 pasien yang ditangani, termasuk melakukan operasi bedah 59 pasien dan operasi mata 43 pasien.

Kedua di Pulau Kangean, Sumenep pada akhir November 2017. Di sini memberi layanan kesehatan secara gratis terhadap 1.050 pasien. Dari pasien sebanyak itu, 65 pasien menjalani operasi bedah dan kandungan, serta 137 pasien menjalani operasi mata.

“Kali ini kami menggelar layanan kesehatan gratis di Pelabuhan Kalimas Surabaya. Sambutannya luar biasa, ada sebanyak 600 lebih warga dan para ABK di Pelabuhan Kalimas yang datang dan mendapat layanan kesehatan,” sebut Hariyanto Basuni, Ketua IKA UA saat ditemui di Pelabuhan Kaliams Surabaya, Minggu (11/3/2018).

Menurut Haryanto, RS Terapung ini murni diperuntukan guna mendarmakan kepada masyarakat. Terutama masyarakat yang tidak bisa terjangau mendapatkan layanan kesehatan dari pemerintah.

“Kami hadir sebagai pendukung dan pelengkap pemerintah. Rumah Sakit terapung Kstaria Airlangga ini juga didukung fasilitas memadai dan dokter-dokter spesialis ketika melakukan layanan ksehatan. Kami berterima kasis kepada lembaga dan intasi lain yang ikut bergabung dan memeberi suport,” ucap Haryanto.

Kedepan, lanjut Haryanto, Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga bakal hadir ke mayarakat di Pulau Sapekan Sumenep dan kepulauan terluar di Jatim lainnya. Bahkan, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) sudah meminta supaya datang memberi layanan kesehatan ke masyarakat Asmat, Papua.

“Kami mohon dukungan semua pihak. Rumah Sakit Terapung ini melaksanakan misi kemanusiaan dan kedepannya masyarakat Indonesia bisa lebih baik kesehatannya,” harap Haryanto.

Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga dibuat di galangan kapal tradisional di Sulawesi Selatan. Kapal didesain sebagai rumah sakit terapung yang akan berlayar untuk singgah membantu pengobatan masyarakat di pulau-pulau terluar yang belum memiliki fasilitas rumah sakit.

Kapal ini memiliki panjang 27 x 7,2 meter. Kapal ini disekat menjadi beberapa ruang pemeriksaan medis. Salah satunya terdapat ruangan yang lebih luas, berukuran sekitar 3 x 4 meter dan memilik dua buah meja untuk operasi pasien.

dr Henry Wibowo selaku penanggung jawab oprasional Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga ini menuturkan, layanan kesehatan kepada masyarakat yang ditangani diharapkan masik baik. Setiap melakukan kegiatan diharapkan sedikitnya ada lima dokter sepesialis yang terlibat, yakni sepesialis penyakit dalam, bedah, anak, anestasi dan mata.

“Setiap bulan diharapkan ada kegitan pemberian layanan kesehatan di Rumah Sakit Terapung ini. Terdekat akan ke Pulau Sapeken Sumenep pada akhir Maret 2018,” terang Henri yang juga merupakan dokter spesialis Andologi ini. 

Kehadiran Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga ini mendapat aprasiasi dari Unair. Wakil Rektor IV Unair,, Junaidi Khotib mengaku bangga dengan pengabdian yang dilakukan para alumni yang memberi pengabdianlayanan kesehatan kepada masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved