Berita Trenggalek
Penyelidikan Baru Ibu Dicekoki Air oleh Anak Hingga Tewas Ungkap Fakta Baru, Nyaris Ada Korban Lain
Penyidik PolresTrenggalek memeriksa 7 saksi tambahan, perkara tewasnya Tukinem (51) karena dipaksa menenggak air dari selang.
Penulis: David Yohanes | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id | Trenggalek - Penyidik PolresTrenggalek memeriksa 7 saksi tambahan, perkara tewasnya Tukinem (51) karena dipaksa menenggak air dari selang.
Para saksi tambahan ini antara lain suami Tukinem dan Kepala Dusun Jerukgulung, Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan.
Menurut Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana, Rabu (7/3) sebelumnya ada enam saksi tambahan yang diperiksa. Menjelang sore saksi bertambah satu, yaitu Riyanto, suami korban.
"Kami berharap ada gambaran lebih lengkap apa sebenarnya yang terjadi. Kami ingin tahu apa yang mereka ketahui dari kejadian ini," tutur Sumi.
Baca: Benda-benda Klenik ini Ditemukan di Lokasi Ibu Tewas Digelonggong di Trenggalek
Pada tahap awal penyidik sudah memeriksa 15 saksi, tujuh di antaranya ditetapkan menjadi tersangka. Dengan demikian masih tersisa delapan saksi. Dengan tambahan tujuh saksi ini, total saksi yang ada saat ini 15 orang.
Pada Selasa (6/3) sore polisi melakukan oleh TKP lanjutan. Ada 13 barang bukti tambahan yang didapat.
Antara lain kemenyan, sisir, cermin, kelapa muda, mukena, gayung dan ember. "Benda-benda itu dipakai untuk melakukan ritual," terang Sumi.
Baca: Usai Ejek Gaji PNS, Silvia Agustina Mau Pulang ke Indonesia, Beri Syarat Lelaki yang Ingin Bertemu
Selain itu penyidik juga telah melakukan prarekonstruksi. Prarekonstruksi dilakukan untuk memberi gambaran peristiwa secara lengkap, dan peran masing-masing tersangka.
Sumi memastikan penyidikan berjalan cepat, sehingga lekas bisa dilakukan rekonstruksi.
"Paling minggu depan kita sudah lakukan rekonstruksi," tegas Sumi. Hingga kini belum diketahui motif ritual yang menyebabkan kematian Tukinem. Apakah murni ritual atau ritual itu sebagai kamuflase.
Baca: Selvi Kitty Ketakutan Saksikan Penampakan Bocah Laki-Laki di Studio Karma ANTV
Dibantarkan
Satu tersangka atas nama Rini Astuti dibantarkan. Rini adalah anak ke-2 Tukinem. Rini pula yang menjadi tersangka utama penyebab kematian Tukinem.
Pembantaran dilakukan karena Rini menjalani pemeriksaan kondisi kejiwaan di RSUD dr Soedomo.
Dengan pembantaran ini nantinya masa penahanan Rini tidak berkurang.
Jika nantinya proses pemeriksaan kejiwaan selesai, Rini melanjutkan masa penahanannya. Masih menurut Sumi, setidaknya butuh tujuh hari untuk melakukan observasi kejiwaan Rini.
Nantinya seluruh tersangka akan menjalani pemeriksaan kejiwaan.
"Lama tidaknya masing-masing tergantung kondisi kejiwaan masing-masing. Namun semua sudah kami agendakan untuk memeriksakan kejiwaan mereka," tandas Sumi.
Baca: LIVE STREAMING Kebakaran di SPBU Berbek Diduga Memakan Korban Jiwa, Begini Kondisinya
Nyaris Ada Korban Kedua
Sebelumnya polisi melepas 8 dari 15 saksi, karena tidak terlibat ritual yang mengakibatkan kematian Tukinem. Salah satunya adalah Ag, keponakan Tukinem. Ag hampir saja menjadi korban seperti Tukinem.
Kepada penyidik Ag menuturkan, saat itu Rini yang berinisiatif melakukan ritual. Ritual dilakukan untuk mengusir roh jahat. Saat itu Rini memerintahkan semua ikut ritual mengguyurkan air ke kesekujur tubuh.
"Semua seperti menuruti kemauan Rini. Tidak ada yang berani membantah," ucap Ag.
Baca: Rahasia Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama Bisa Kaya Raya, Mereka Punya Duo Surga!
Saat itu Ag juga dipaksa untuk dirituali. Alasannya agar roh jahat di dalam tubuhnya keluar. Ag diminta tidur di atas tanah, kemudian disiram dengan air. Kondisi memburuk karena lokasi ritual itu penuh lumpur.
Dalam posisi tengkurap Ag disirami air hingga basah kuyub dan berlumuran lumpur. Ag juga sempat akan dimasuki selang ke dalam mulutnya, namun ia menolak.
"Setelah itu saya bisa menjauh dari lokasi sehingga selamat," ucapnya.
Baca: Hari Perempuan Internasional - Ada 8 Perempuan Hebat di Dunia, Mulai Sri Mulyani hingga Mao Hengfeng
Keluarga besar Tukinem (51) di Dusun Jerukgulung, Desa Surenlor, Kecamatan Bedungan melakukan ritual penyembuhan sejak Jumat (2/3) hingga Minggu (4/3) pukul 04.00 WIB.
Ritual dilakukan dengan menyembelih lima ekor ayam dan memakannya dengan nasi kuning. Di tengah ritual Tukinem mengeluh sakit perut dan sesak.
Rini kemudian berinisiatif melakukan ritual kepada Tukinem. Caranya dengan memasukkan satu ikan teri ke mulut Tukinem. Selajutnya mulut Tukinem dimasuki selang dengan air yang mengalir.
Baca: Terungkap! Ada Pria Lain dalam Rumah Tangga Tukinem dan Suaminya, Alasan Pembunuhan Sadis Itu?
Agar air tidak tumpah, Mulut Tukinem juga disumpal dengan kain handuk. Para tersangka membantu dengan memegangi tubuh Tukinem agar tidak berontak.
Ritual ini dilakukan selama 30 menit, hingga Tukinem mati lemas.
Dari hasil otopsi, rongga dada, paru-paru dan saluran nafas Tukinem penuh dengan air. Di bagia baru-baru saja ada 30 CC air.