Breaking News:

News analysis

Surabaya Kota Ramah Anak, Isa Ansori: Sering Kali Pemkot Kedodoran saat Implementasi

Sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menurut saya terlalu sentral.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
surya/nuraini faiq
Isa Asori, Sekertaris LPA Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Saya termasuk yang menyimak betul upaya Pemkot Surabaya mewujudkan impiannya sebagai Kota Ramah Anak. Namun sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menurut saya terlalu sentral.

Dibutuhkan kemampuan mengimplementasi apa yang diimpikan Risma. Akan lebih baik jika upaya menciptakan kota ramah anak itu lahir dari bawah. 

Saya melihat dari sisi penghargaan yang diperoleh, Surabaya secara  administratif sudah ditetapkan sebagai kota layak anak. Apalagi Risma juga turun langsung. Namun ini dari sisi simbol. Bukan implementasi. 

Persoalannya adalah di tingkat implementasi kadang - kadang masih jauh dari kesan ramah anak.

Misalnya di dunia pendidikan masih banyak kekerasan seksual terhadap anak. Yang paling mengagetkan adalah terjadi di sebuah SD swasta dengan pelaku adalah gurunya. 

Ini membuktikan masih seringnya lingkungan sekolah menjadi tempat berlangsungnya kekerasan,  baik itu yang dilakukan oleh orang dewasa maupun sesama anak.

Ini menunjukkan lingkungan sekolah  kita masih belum ramah menjadi rumah bagi anak.

Tidak hanya itu, selama ini masih terjadi pengeluaran anak dari sekolah akibat anak dianggap melanggar peraturan.

Dalam pelaksanaan kota layak anak diatur mekanisme penanganan yang berpihak pada kepentingan terbaik untuk anak.

Belum lagi masih seringnya pemkot menutup perizinan sekolah. Padahal sekolah  itu bagian dari komitmen pemerintah kota melayani hak dasar hak pendidikan anak. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved