Berita Surabaya

Hadirkan Jembatan Jadi Tas Jinjing agar Ada Cerita bagi Pemiliknya

Di panggung internasional itu yang digelar 21-27 Maret 2018 ini Ira mempersiapkan 50 jenis tas motif jembatan.

Hadirkan Jembatan Jadi Tas Jinjing agar Ada Cerita bagi Pemiliknya
surya/achmad pramudito
Siti Huraira (berhijab cokelat) sedang memamerkan produk tas kulit andalannya yang sudah banyak dikenal penikmat fashion mancanegara. Selain Rusia, perancang tas premium ini akan membawa tas berbahan kulit sapi ini ke Taiwan dan Swiss. 

IKON alam tetap akan menghiasi tas kreasi Siti Huraira. Setelah sukses mengembangkan tas berkonsep air terjun kini wanita yang akrab disapa Ira ini sedang mempersiapkan tas dengan tema jembatan.

Jika tas air terjun diusung Ira ke pameran yang digelar di Rusia, perancang tas premium berlabel Huraira Leather Bag (HLB) ini akan membawa tas motif jembatan ke pentas Indonesia-Taiwan Week.

Di panggung internasional itu yang digelar 21-27 Maret 2018 ini Ira mempersiapkan 50 jenis tas motif jembatan. Selain itu, tas rancangan Ira ini juga dipersiapkan untuk mengisi Mustermesse Basel di Swiss pada bulan April mendatang.

"Saya akan abadikan jembatan di seluruh dunia di tas HLB," tandasnya..

Untuk jembatan nasional yang dijadikan ikon terbaru dari produk tasnya antara lain adalah ‘Suramadu’ dan ‘Ampera’. “Ini upaya saya mengenalkan objek wisata Indonesia ke mata dunia lewat tas HLB,” tuturnya.

Menurut Ira, setiap produk yang dia hasilkan pasti menekankan keaslian sebuah gagasan.

“Produk saya tak pernah menjiplak merek mana pun,” tegasnya.  
Ditekankan Ira, desainer harus kreatif dan menghadirkan ide-ide unik agar bisa menarik perhatian pasar. Yang tak kalah penting, lanjut Ira, ada mini story di setiap produk yang dia hasilkan.

“Jadi customer nanti tak hanya menenteng sebuah tas. Tapi ada cerita di balik tas yang dibawa kemana-mana itu,” ungkapnya bangga.

Saat ini puluhan tas itu sedang dikebut penggarapannya oleh para perajin Sidoarjo yang sudah jadi langganan untuk setiap produk tas kreasinya. “Lagi kejar tayang agar bisa dibawa pada saatnya nanti,” tandas Ira.

Tas yang nantinya dipatok dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 8 juta itu tetap menggunakan bahan kulit sapi.

“Saya nggak akan lepas dari kulit sapi sebagai bahan utamanya. Sedang wujudnya nanti jadi tas jinjing. Jadi saat membawa tas itu nanti seperti membawa jembatan kemana-mana,” urainya.

Gagasan Ira itu kontan menarik perhatian Gati Wibawaningsih, Dirjen Industri Kecil Menengah Kemenperin yang langsung datang dan melihat tas buatan warga Surabaya tersebut.

“Pemasaran dalam bentuk offline maupun online perlu dilakukan bersama-sama untuk lebih menarik perhatian pasar. Dan saya melihat keunggulan tas ini tidak kalah dengan merek luar,” katanya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved