Lifestyle
VIDEO - 5 Kiat Perempuan Melawan Penjahat Jalanan ala Mantan Atlet Taekwondo
Semasa kuliah, Peodjianti Tan pernah mendapat perlakuan tak senonoh saat berjalan di depan kampusnya.
Penulis: Aji Kusuma | Editor: Parmin
Laporan: Aji Kusuma|Surabaya
SURYA.co.id | SURABAYA - Menjadi seorang atlet taekwondo, tak berarti Poedjiati Tan lolos dari ancaman penjahat. Semasa kuliah, Peodjianti Tan pernah mendapat perlakuan tak senonoh saat berjalan di depan kampusnya.
"Pernah waktu saya jalan tiba-tiba ada yang membuka rok saya, seketika saya reflek menendang pelaku yang langsung terjungkal," ungkap Poedjiati Tan yang pernah membawa nama Indonesia di ajang Sea Games tahun 1990 silam.
Kini setelah purna dari dunia atlet, Poedjianti Tan mendarmakan diri menjadi aktivis perlindungan hak-hak perempuan. Ia menjadi pengasuh web konde.co yang berfokus pada persoalan perempuan dan kaum marginal.
Ditemui Surya.co.id dalam agenda Long March yang diselenggarakan Women's March Surabaya, Poedjianti Tan membagikan 5 kiat melawan penjahat bagi perempuan.
"Hal-hal ini sangat dasar dan mudah dilakukan," ujar Poedjiati.
Lebih lanjut, Poedjiati Tan menegaskan, yang paling penting adalah berani. Itu saja kunci melawan penjahat, kalau otak sudah yakin seluruh tubuh akan mudah menerima instruksi perlawanan dengan cepat dan tepat.
Dalam melakukan perlawanan, jika sudah ada kesempatan untuk kabur, segera lakukan. Dan jika memungkinkan berteriak, berteriak sekencang-kencangnya dengan meneriakkan kata "maling".
" Teriakkan maling lebih membuat orang reflek menolong daripada teriakan tolong. Saat berteriak maling, orang akan bergegas mencari pelakunya," jelas Poedjianti.
Berikut 5 kiat tersebut:
1. Memutar tangan
Jika tangan korban digenggam, putar tangan pelaku, lalu segera tendang bagian paling sensitif atau tinju bagian kepala.
2. Menghadapi serangan dari Belakang
Jika mendapat serangan dari belakang, benturkan bagian kepala belakang ke wajah pelaku, lalu gunakan sikut untuk meninju tulang rusuk pelaku. Setelah itu, lakukan sepak kuda ke arah lutut atau bagian paling sensitif pelaku.
3. Melepaskan diri dari Cekikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/taekwondo_20180304_224427.jpg)