Berita Surabaya
Museum Dr Soetomo Tambah Fasilitas Barcode guna Mudahkan Pengunjung Pahami ini
Meski di bawah foto sudah tertempel narasi cerita sejarah, Museum Dr. Soetomo di Jalan Bubutan No. 85-87, tambahkan Barcode.
Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Meski di bawah foto sudah tertempel narasi cerita sejarah, Museum Dr. Soetomo di Jalan Bubutan No. 85-87, tambahkan Barcode untuk memudahkan pengunjung memahami cerita pada foto-foto koleksinya.
Caranya mudah Pengunjung tinggal menscan barcode pada Gawai, secara otomatis akan tersambung pada Web Arsip Sejarah Indonesia. Web tersebut juga menyediakan audio untuk pengunjung yang enggan membaca.
Fasilitas Barcode ini disediakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya.
Agata Wira Yudha selaku Staff museum menyebutkan fasilitas barcode itu sudah ada sejak peresmian museum. "Mulai peresmian Museum tanggal 29 November 2017 itu sudah ada barcodenya," ungkapnya.
Koleksi museum Dr. Soetomo sebagian ada yang Replika serta juga ada yang asli. "Ini tas asli punya Dr. Soetomo," kata Agata sambil menunjuk tas jinjing berwarna cokelat.
Sebagian koleksi replikanya adalah ruang praktek Dr. Soetomo di Rumah Sakit CBZ (Central Burgelijke Ziekenini Ichting) yang saat ini telah menjadi Delta Plaza.
Diruang praktek Replika tesebut berisi, kursi pasien, tabung cairan pembersih alat vital, alat-alat penelitian, obat-obatan, mikroskop, meja praktik, Stetoskop, Kateter, baju praktik dan alat tensi.
Museum Dr. Soetomo memiliki 3 bagian yaitu, Pendopo, makam Dr. Soetomo untuk berziarah, serta gedung penyimpan koleksi foto hingga barang milik Dr.soetomo berlantai dua disamping sebelah kiri pendopo.
Untuk di pendopo pengunjung disajikan Foto-foto sejarah Dr. Soetomo dan GNI ( Gedung Nasional Indonesia). "Sebelum jadi museum, dulu bekas dari Gedung Nasional Indonesia," jelas Agata.
Di lantai 1 gedung masih tetap menampilkan foto-foto Dr. Soetomo hingga foto suasana tempat lahir Dr. Soetomo di daerah desa Ngepeh Kecamatan Loceret. Dilantai 2 ada meja keluarga, ruang praktek kerja, foto, serta barang pribadi milik Dr. Soetomo.
Gedung lantai 2 itu dilengkapi dengan AC, sangat nyaman bagi pengunjung untuk menjelajah tanpa takut kepanasan.
Pengunjung yang ada di pendopo juga bisa beristirahat dengan duduk santai di sisi samping pendopo. Posisi genteng pendopo menutupi hingga bagian luar. Pengunjung akan terhindar dari sengatan sinar matahari.
Museum Dr. Soetomo ramai pengunjung saat hari libur saja. "Hari Sabtu sama Minggu ramainya," terang Agata.
Pengunjung bernama muzamil chusnul khotimah cukup senang dengan adanya barcode, karena menurutnya akan membantu pengunjung untuk belajar sejarah.
"Dengan adanya barcode akan membantu anak-anak muda untuk datang ke museum, karena akan memudahkan memahami sejarah," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/koleksi-dr-soetomo_20180302_213607.jpg)