Sosok Inspirasi
Aqua Dwipayana Peniup Tradisi Silaturahmi
Aqua Dwipayana mengungkapkan rahasia suksesnya itu saat ditemui sela kesibukannya, memberi materi motivasi para pimpinan bank plat merah di Surabaya.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Parmin
AKTIF berkomunikasi dengan kerabat dan orang dekat menjadi rutinitasnya dan menjalin hubungan dengan orang baru menjadi kebiasaan.
Tradisi silaturrahmi itu dipegang kuat Aqua Dwipayana. Tradisi itu pula yang dianggap menjadi kuci sukses profesi yang dijalaninya, Menjadi salah satu motivator ternama di Tanah Air.
Aqua Dwipayana mengungkapkan rahasia suksesnya itu saat ditemui sela kesibukannya, memberi materi motivasi para pimpinan bank plat merah yang ditempatkan di Surabaya.
Ditemui di hotel bintang lima di Kota Pahlawan, pertengahan Februari lalu, Aqua Dwipayana mengatakan, dirinya bertekad selalu bersilaturahmi. Sampai kapan pun!. Semangat sekaligus rahasia sukses itulah yang berusaha ditularkannya, bukan hanya lewat ruang pelatihan motivasi tapi juga melalui tulisan hingga lahir sebiah sebuah buku best seller. The Power of Silaturrahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi.
Usai memberi materi, sejumlah tamu menunggu. Ia sedikit buru-buru agar tak mereka tidak menunggu lama.
“Sesibuk-sibuknya, saya selalu menyiapkan waktu bertemu (kerabat dan relasi),” terangnya.
Aqua, demikian ia biasa dipanggil. Namanya moncer dalam barisan motivator bertarif mahal di Tanah. Setumpuk order permintaan mengisi acara motivasi menumpuk. Ia juga menjadi langganan mengisi acara-acara bertajuk komunikasi di lingkungan Polri, TNI, perbankkan, dan instansi negara lainnya maupun instansi swasta.
Tumpukan order itu pula, yang membuatnya sering keliling daerah. Kesempatan itu menambah kuat tradisi silaturrahminya.
Bisa mengenal lebih banyak orang baru dan melanjutkan hubungan dengan kawan lama di kota - kota lain.
Setiap masuk atau singgah di sebuah kota, selain bertemu orang-orang baru, Aqua sebisa mungkin menyempatkan waktu silaturrahmi. Bertemu teman-teman lama.
Dari bersilaturahmi, Aqua akrab dengan banyak orang. Keakraban ini yang memberikan banyak jalan dan kemudahan pada setiap masalah. Ia memberikan contoh ringan. Pernah suatu hari, ia dan anaknya hampir kehilangan tiket ke luar negeri jutaan rupiah karena visa tak kunjung keluar pada H-1 keberangkatan.
“Logikanya, hangus tiket saya. Tapi saya punya keyakinan, kalau kita rajin menanam kebaikan, kebaikan itu akan seperti tabungan yang sewaktu-waktu keluar saat dibutuhkan,” ungkap.
Benar saja. dari kebiasaan silaturrahmi, Aqua punya kerabat yang bekerja di maskapai yang dipakainya. Gara-gara itu, ia mendapat kemudahan pengunduran jadwal keberangkatan tanpa harus menambah biaya. Bahkan, tiket jalan-jalan yang dibeli oleh sang anak dengan harga promo tersebut diganti dengan penerbangan kelas bisnis oleh rekannya yang lain – yang bekerja di maskapai yang sama – tanpa menambah biaya.
“Saya teramat sering merasakan pengalaman-pengalaman seperti itu,” ujar dosen komunikasi di Sekolah Staf dan Komando TNI AL, Sekolah Staf dan Komando TNI AD, Sekolah Staf dan Komando TNI AU, Sekolah Staf dan Komando TNI, serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri tersebut.
Tak sekadar mendapat kemudahan, Aqua pun memberi pemahaman kepada relasinya lewat ilmu komunikasi yang ia punya. Di dunia perbankkan, misalnya, Aqua mengaku sering mengkritisi layanan yang dianggap kurang tepat dan disampaikannya kepada pimpinan bank tersebut.
“Saya kritis tapi tidak ngawur. Ada sulosi. Dan itu universal kepada siapa saja,” kata Aqua,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/aqu-dwipayana-penulis-buku-the-power-of-silaturrahim_20180301_002435.jpg)