Batik on The Sea, Cara Pemkab Sumenep Tingkatkan Kunjungan Wisata
Selain meningkatkan kunjungan ke Sumenep, acara ini digelar agar para pembatik dan batik Sumenep dikenal oleh dunia.
Penulis: Khairul Amin | Editor: irwan sy
Di bagian depan stan terdapat area demo batik dari para pengrajin, para pengunjung juga bisa mencoba membuat batik secara langsung.
Pada acara yang berkesudahan sekitar pukul 13.00 Wib ini juga digelar Lomba Fotografi yang diikuti oleh peserta yang berasal tidak hanya dari Madura, tapi juga area Jawa Timur, bahkan Jogja.
LELANG BATIK
Pada acara ini juga dilakukan lelang produk pertama batik Terak Bulan yang dilakukan oleh Bupati Sumenep, A. Busyro Karim.
“Silahkan ibu atau bapak tentukan harga,” tutur Busyro mengawali lelang.
Para tamu undangan juga pononton yang hadir mulai mengajukan sejumlah harga, dipandu dua MC yang ada, suasana lelang menjadi semakin seru.
Tawaran harga pertama Rp 1 Juta Rupiah.
“Ada yang berani lagi?,” tanya salah satu MC.
Tawar menawar terus terjadi dan angkanya semakin naik, sempat diam lama di harga Rp 6.5 juta rupiah dari penawaran pengusaha asal Surabaya.
Hingga akhirnya batik pertama dari brand terak bulen laku terjual seharga Rp 7.5 juta rupiah, dibeli oleh pengusaha asal Sumenep, Madura.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/batik-on-sea_20180225_203812.jpg)