Single Focus

Ingin Mandiri, Alasan Itiek Pilih Tinggal di Panti Werda

Para lansia juga bisa berkumpul dan bersosialisasi bersama teman-teman seusia.

Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Parmin
surya/ahmad zaimul haq
NIKMATI FILM - Sejumlah lansia menikmati hari di Panti Werda Hargo Dedali, Jumat (16/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyak pilihan untuk menjalani hidup bahagia masa tua (lansia). Tidak cukup hanya tinggal seorang diri di rumah, atau memilih kumpul bersama anak dan cucu.

Para lansia juga bisa berkumpul dan bersosialisasi bersama teman-teman seusia. Jika menghendaki ini, alternatif tinggal di panti menjadi salah satu pilihan.

Ini pula yang menjadi pilihan Itiek Meimoena Soepangkat, ketika memutuskan untuk hidup mandiri dan memutuskan tinggal di Panti Werdha.

Keinginan Itiek hidup di panti memang sempat ditolak salah satu anaknya. Namun, niatnya sudah bulat.

"Saya naik motor diam-diam dibonceng ponakan mencari panti. Waktu itu ada tiga panti, tetapi pilihan saya jatuh pada Panti Werdha Hargo Dedali. Ini karena saya kagum dengan perjuangan Ibu Dar Motir," ungkap ibu tiga orang anak ini, sambil menunjuk foto sosok wanita pejuang Dar Mortir, pekan lalu.

Berdirinya Panti Werdha Hargo Dedali di Jl Manyar Kartika IX no 22-24 ini diprakarsai ibu pejuang dan veteran bernama R Soedarijah Soerodikoesoemo atau akrab disapa Ibu Dar Mortir pada 30 Januari 1987.

"Dulunya panti ini adalah tempat janda-janda veteran, seiring berjalannya waktu panti ini akhirnya dibuka untuk umum," tutur Endang Sinargianti, kepala panti werdha kepada Surya.

Saat ini, jumlah lansia yang tinggal di Hargo Dedali sebanyak 47 orang. "Bukan hanya dari Surabaya aja, ada yang dari Madiun, Nganjuk dan Kediri," terang Endang.

Untuk bisa tinggal di panti werdha ini memang tidak murah. Biaya dipatok Rp 2 juta per bulan. Karena itu, penghuni Hargo Dedali wajib memiliki keluarga sebagai penanggung jawab.

Namun, lansia yang tak sanggup bayar akan ditanggung pihak panti. "Selain dari penghuni, kami juga mendapat dana dari Yayasan Dharmais," ungkapnya.

Fasilitas untuk penghuni, pemeriksaan dokter dan pemberian obat gratis, senam pagi, keterampilan, pengajian atau doa ke gereja.

Peduli Lansia
Tak hanya mempedulikan lansia yang tinggal di asrama, Panti Hargo Dedali juga peduli lansia di sekitar.

"Ini program nonpanti, kami membantu ibu ibu lansia yang kurang mampu disekitaran RT 2 RW 1 Menur dan Kedungthomas, dengan memberikan sembako serta uang transpor," katanya.

Endang menambahkan, dana untuk ini didapat dari kementerian. Meski dana habis, pihak panti tetap memberi bantuan.

"Kami blusukan dulu mencari lansia kurang mampu, lalu diundang datang ke panti," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved