Berita Pasuruan
Hujan Seharian, Puluhan Rumah Warga di Gempol Pasuruan Terendam Banjir
Di tiga desa itu, warga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya atau tetangga yang memiliki rumah dengan bangunan lebih tinggi.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | PASURUAN - Puluhan rumah di beberapa desa di Kecamatan Gempol direndam banjir sejak semalam.
Banjir ini merupakan dampak hujan deras yang mengguyur Pasuruan, Kamis (15/2/2018) siang.
Hingga Jumat (16/2/2018), banjir masih merendam rumah warga.
Ketinggian air banjir yang menggenangi rumah warga ini berkisar 20-60 sentimeter.
Banjir terparah ada di tiga desa yakni Desa Ngasem, Tanjung, Ngempel, Kecamatan Gempol.
Di tiga desa itu, warga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya atau tetangga yang memiliki rumah dengan bangunan lebih tinggi.
Warga di Perum Gempol Citra Asri, Suwandi mengatakan, banjir di perumahannya ini seolah menjadi kejadian yang dibiasakan.
Setiap tahun, saat musim hujan, rumahnya pasti tergenang. Kemungkinan tidak tergenang itu sangat sedikit sekali.
"Tahun ini juga. Ada hujan, ada banjir. Banjir di sini ini tidak mudah untuk surut. Butuh waktu berhar hari untuk bisa normal kembali," katanya.
Ia mengungkapkan, dirinya dan tetangganya terpaksa harus berjalan kaki saat mau masuk ke rumah.
Semisal sepeda motornya dipaksa masuk ke dalam rumah, bahaya. Sebab, banjir ini bisa merendam dan merusak sepeda motornya.
Jadi , dari pintu depan. Kami harus jalan masuk ke dalam melewati banjir. Kami lakukan itu berulang-ulang saat banjir tiba," papar dia.
Suwandi sangat menyayangkan sikap pemerintah yang seolah tak mendengar jeritan warga di bawah.
Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan tidak peduli tentang permasalah banjir yang selalu menghantui warga.
"Kami sudah lapor berkali-kali mengenai masalah banjir ini ke Pemkab Pasuruan, tapi ya monggo dilihat sendiri perumahan kami kayak tambak begini," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/banjir-pasuruan_20180216_163111.jpg)