Rabu, 8 April 2026

Sosok

Lintang Suminar Kusumaningpratiwi: Atur Strategi

Pilih jurusan di perguruan tinggi negeri seperti mengatur strategi ‘perang’.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Parmin
surya/achmad pramudito
Lintang Suminar Kusumaningpratiwi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pilih jurusan di perguruan tinggi negeri seperti mengatur strategi ‘perang’. Harus cermat dengan memperhitungkan tingkat persaingan di jurusan tersebut.

Jika ngotot pilih jurusan favorit harus siap-siap kecewa ketika tidak bisa diterima di perguruan
tinggi yang diinginkan.

Bila pilih jurusan yang tidak banyak peminatnya tapi hati tidak sreg, tentu juga bisa menjalankan kuliah tanpa semangat.

Kegalauan itu pula yang dialami Lintang Suminar Kusumaningpratiwi sekitar lima tahun silam.

“Nilai rapor bagus kan nggak jaminan bisa lolos PTN,” begitu kata anak sulung dari dua
bersaudara ini.

Terbukti pilihannya di Jurusan Hubungan Internasional dan Komunikasi di Universitas Gajah
Mada dan Universitas Airlangga saat seleksi SNMPTN tak membuahkan hasil.

“Pesaingnya terlalu banyak dan berat-berat,” ucapnya sambil mengenang masa-masa sulit usai lulus SMA itu.

Setelah berdiskusi dengan guru pembimbing di sekolahnya serta dengan orangtua, gadis yang
akrab disapa Sumi ini akhirnya mencoba peruntungannya di jurusan bahasa untuk seleksi di
SBMPTN.

“Karena aku memang suka bahasa. Waktu di SMA aku ambil jurusan bahasa dan
mendapat pelajaran bahasa Jepang,” tuturnya.

Saat mendaftarkan ke jalur SBMPTN, dia pilih Jurusan Bahasa Mandarin di Universitas
Brawijaya Malang di urutan pertama.

Sedang pilihan kedua Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Surabaya.

“Alhamdulillah, aku diterima di pilihan pertama,” begitu ujar Sumi yang menguasai tiga bahasa
asing ini, bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang.

Menurut Sumi, mengetahui minat diri sendiri memang harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum
masa kelulusan SMA.

Tujuannya, agar siswa punya waktu cukup untuk menentukan pilihan untuk masa depannya.

“Harus ada plan A dan plan B, termasuk plan C, yaitu misal gagal di PTN ya bagaimana dengan
alternatif ke PTS (perguruan tinggi swasta),” ungkap gadis yang aktif di polyglot ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved