Single Focus
Calon Peserta SNMPTN Bergeming Pilih Jurusan yang Diinginkan Meski Ada Sistem Ranking
Para calon peserta SNMPTN tetap bergeming memilih jurusan yang diinginkan meski sistem rangking memaksa mereka bersaing satu sama lain.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Ketatnya persaingan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tak menghalangi siswa untuk memilih jurusan yang diinginkan.
Padahal, sistem ranking pendaftar SNMPTN 'memaksa' siswa harus bersaing satu sama lain jika memilih jurusan yang sama.
Idam Sae (17), siswa jurusan IPS SMAN 6 Surabaya mengungkapkan, baru berpikir memilih jurusan atau program studi (prodi) Manajemen di Universitas Airlangga (Unair) dan pilihan kedua, Hubungan Internasional Unair.
"Meski peminat Manajemen banyak tetapi kalau saya masuk kuota pendaftar maka saya tetap ambil jurusan itu," ujarnya.
Ia mengakui, teman sekelasnya banyak juga yang mengambil jurusan Manajemen. Karena dukungan orang tua, ia pun bergeming dengan pilihannya.
Hal serupa diungkapkan Jefri A Ismail, siswa jurusan IPA SMAN 6 Surabaya, yang akan mengambil Teknik Industri di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
"Untuk ITS, saingan terbesar memang jurusan Teknik Industri. Kalau bisa daftar, akan saya sesuaikan dulu nilainya dengan teman lain. Kalau kalah jauh, ya cari jurusan lain," ungkap Jefri.
Untuk diketahui, sama seperti tahun lalu. Siswa yang bisa mendaftar disesuaikan nilai akreditasi sekolahnya. Hanya siswa yang memiliki prestasi unggul bakal melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN).
Sekolah dengan Akreditasi A bisa mendaftarkan 50 persen siswa terbaiknya.
Sementara, sekolah pemilik Akreditasi B bisa mendaftarkan 30 persen siswa terbaiknya.
Adapun sekolah dengan Akreditasi C menerima kesempatan mendaftarkan 10 persen siswa terbaiknya.
Terakhir, sekolah dengan akreditasi lain atau di bawah level-level tadi, hanya bisa mendaftarkan 5 persen siswa terbaiknya.
Peran BK
Tahap awal, pendaftaran SNMPTN dimulai pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang dimulai 13 Januari-10 Februari 2018 oleh sekolah masing-masing.
Selanjutnya, pendaftaran SNMPTN pada 21 Februari-6 Maret 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/siswa-calon-peserta-snmptn-bergeming-pilih-jurusan-sesuai-keinginan_20180204_214137.jpg)