Komunitas
Komunitas Suka Mancing, Berbagi Joran Bareng Anak Yatim, Seperti Ini Keseruannya
Membahagiakan anak-anak yatim menjadi satu pilihan agenda komunitas Suka Mancing, sebuah komunitas para pemancing.
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Titis Jati Permata
Mereka berangkat dengan membawa nama masing-masing komunitas. Meski demikian, saat sudah berkumpul, mereka menjadi satu komunitas: pemancing.
Abdul Hamid Arif, Pembina Komunitas Suka Mancing menambahkan, acara mancing bareng anak yatim itu sekaligus sebagai upaya meningkatkan rasa kebersamaan, persaudaraan, dan pemenuhan hak-hak anak khususnya anak yatim.
"Semua pemancing yang datang merasakan kebahagiaan, karena bisa mancing dan makan bersama anak-anak yatim," ujarnya.
Butuh Kesabaran
Memancing membutuhkan kesabaran dan edukasi tersendiri. Misalnya, ketika memancing ada beberapa orang yang memancing di kolam yang sama.
Umpannya sama, tetapi masing-masing mendapatkan jumlah ikan yang berbeda.
"Setidaknya ini mengajarkan kepada anak-anak yatim, agar terus berusaha dengan keterampilan yang dimiliki secara optimal. Selanjutnya, Tuhan yang akan menentukan yang terbaik," kata Imam Bagindo Ya'kub.
Menurutnya, keberhasilan memancing di kolam pancing ditentukan banyak hal. Salah satunya aalah skill lemparan umpan satu titik.
Semakin mahir melempar umpan satu titik maka tingkat keberhasilan memancing lebih besar.
"Ini mengajarkan pentingnya fokus, memperbaiki kualitas diri, update skill, istiqomah, terus mencoba hingga tujuan atau target tercapai," lanjutnya
Setelah memancing, anak-anak diajak bermain bersama dengan doorprize yang dibagi merata untuk anak-anak.
Itu dilanjutkan dengan makan bersama dan pemberian bingkisan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/macing_20180129_094231.jpg)