Kamis, 23 April 2026

Berita Malang

VIDEO - Olahan Kedelai untuk Anak Berkebutuhan Khusus

"Tujuannya untuk menambah pengalaman guru dan walimurid," jelas Wiwik Indarti, Kepala UPT Layanan ABK.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Parmin

LAPORAN: SYLVIANITA WIDYAWATI | MALANG

SURYA.co.id | MALANG -  Guru terapis dan walimurid ABK (Anak Kebutuhan Khusus) belajar membuat makanan dan minuman (mamin) dari bahan kedelai, Jumat (19/1/2018). Mereka mendapat pelatihan dari IME Training Centre.

"Tujuannya untuk menambah pengalaman guru dan walimurid," jelas Wiwik Indarti, Kepala UPT Layanan ABK. Dari bahan kedelai bisa dibuat minuman, tahu sehat dan makanan olahan dari sari kedelai. Sehingga sari kedelai tidak dibuang sebagai limbah.

Menurut Wiwik, penggunaan olahan kedelai bermanfaat untuk anak-anak autis.

"Ini arahnya untuk membantu kemandirian anak. Makanya walimurid juga kami ajak ikut," kata Wiwik. Suasana berlangsung seru. IME menyiapkan alatnya. Namun jika diaplikasi di rumah bisa memakai blender.

Untuk membuat tahu dan minuman kedelai, maka bahannya direndam dulu selama enam jam. Kemudian dimasukkan ke alat sambil diberi air. Sedang untuk membuat susu kedelai, bahannya perlu direndam hingga 10 jam.

Sedang serat kedelai atau sarinya bisa buat aneka olahan makanan. Seperti kaki naga yang mirip nugget. Bisa juga buat botok, donat hingga brownis. Diah Kunti, walimurid menyatakan manfaatnya.

"Ini buat pengetahuan saya. Anak saya autis. Jadi larinya nanti ya ke usaha mandiri. Anak autis seumur hidupnya harus diarahkan," kata Diah yang memiliki anak usia 7 tahun kepada surya.co.id.

Dari belajar bersama itu juga terasakan keakraban antara guru terapis dan walimurid. "Ini bisa buat hiburan," celetuk walimurid. Bersama guru terapis-walimurid mencoba membuat bahan lauk kaki naga.

Serat kedelai atau limbahnya diberi bumbu halus, irisan kotak wortel, bawang prei, tepung tapioka dan daging giling. Setelah di atas stik es krim dibentuk. Siswa ABK di tempat itu juga beri keterampilan membuat kue, keset dll yang bisa dijual ke walimurid atau saat kegiatan.

Lihat tayangan avideo di atas!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved